5 Aturan Makan Supaya Terhindar dari Obesitas

18 December 2017

Menjaga berat badan tetap ideal dan menghindari kegemukkan tidak cukup hanya dengan mengurangi asupan makanan. Diet terlalu ketat justru bisa membuat Anda kehilangan kendali atas nafsu makan. Tetap terapkan pola makan sehat dan perhatikan lima aturan makan seperti dijelaskan di bawah ini.

Pola Makan Sehat
 
Makanan adalah sumber energi dan sumber pertumbuhan bagi tubuh. Makanan juga berguna untuk menjaga agar berbagai organ tubuh dapat bekerja normal. Agar pertumbuhan dan tubuh bisa berfungsi optimal, kita perlu menerapkan pola makan sehat. Pola makan sehat berarti:

  1. Jumlah makanan yang kita konsumsi mencukupi, seimbang antara yang kita keluarkan dengan yang kita asup.
  1. Berasal dari sumber yang baik dan terjamin mutunya, serta memenuhi ketentuan proporsi gizi seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak. Komposisi yang disarankan adalah 55-65 persen karbohidrat, 10-15 persen protein, 25-35 persen lemak baik.
  1. Jadwal makan teratur.



Supaya Tidak Obesitas
Selain menerapkan pola makan sehat, praktikkan juga lima aturan makan berikut supaya obesitas menjauh dari kita.



1.Cut Carbo
Mengurangi konsumsi karbohidrat yang berlebihan adalah cara sehat untuk menurunkan berat badan atau mempertahankannya. Makanan berkarbohidrat tinggi tidak hanya memicu obesitas tetapi juga diabetes. Pasalnya, kelebihan gula di dalam tubuh juga akan disimpan menjadi lemak dan akhirnya meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.
 
Anda tidak perlu memusuhi karbohidrat seperti nasi, mie, pasta, roti dan sebagainya. Anda hanya perlu mengurangi porsi konsumsi karbohidrat Anda. Sebelum bilang sulit, cobalah cara ini. Makanlah lima kali sehari, tiga kali makan besar dan dua kali ngemil camilan yang tinggi serat dan protein seperti SOYJOY. Konsumsilah SOYJOY dua jam sebelum makan untuk membantu mengendalikan nafsu makan dan membuat rasa kenyang lebih lama.


 

2.Tidak melewatkan sarapan
Banyak orang mengira melewatkan sarapan sama dengan mengurangi jumlah kalori dan itu berarti tubuh yang lebih langsing. Sayangnya, studi mengatakan bahwa melewatkan sarapan hanya dapat mengurangi total asupan kalori pada satu hari itu saja. Di hari-hari berikutnya, Anda justru berisiko mengalami kenaikan berat badan.
Menurut para ahli, tidak sarapan akan mengakibatkan lambung kosong dalam waktu lama dan hal ini dapat memicu nafsu makan berlebihan pada jam-jam makan berikutnya.Walhasil, Anda jadi makan lebih banyak saat makan siang dan makan malam, serta ngemil lebih banyak. Inilah penyebab mengapa orang-orang yang suka melewatkan sarapan justru lebih berpotensi mengalami penambahan berat badan dibanding orang yang rutin sarapan.




3. Bersahabat dengan serat
Santaplah nasi merah, kacang-kacangan dan semangkuk penuh sayuran segar saat makan siang dan malam. Menu penuh serat seperti ini akan membuat Anda kenyang lebih lama. Jika Anda menyantapnya saat makan siang, ini akan membantu Anda terhindar dari keinginan ngemil somay atau mie ayam di sore hari. Jika Anda menyantap lebih banyak serat saat makan malam, Anda akan tetap merasa kenyang dan keinginan ngemil sambil menonton TV akan berkurang. Hasilnya, berat badan tetap stabil.



4. Beralihlah ke daging ayam, ikan dan kacang-kacangan
Protein sangat penting bagi tubuh untuk membantu membangun otot dan sel. Protein juga membantu Anda menghilangkan lemak, bukan otot. Sebuah penelitian skala kecil terhadap dua kelompok wanita menunjukkan hal ini. Kelompok pertama mengonsumsi 275-300 gram protein setiap hari selama 10 hari dan mengurangi asupan karbohidrat. Kelompok kedua mengonsumsi separuh jumlah protein kelompok pertama dan sepertiga lebih banyak karbohirat.

Meski kedua kelompok makan jumlah kalori yang sama dan keduanya kehilangan 7,7 kilogram berat badan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertama kehilangan massa lemak satu kilogram lebih banyak dari kelompok kedua. Ini bukan berarti Anda boleh mengonsumsi protein secara berlebihan. Pasalnya, kelebihan protein mungkin dapat merusak ginjal. Kebutuhan protein tergantung pada usia, ukuran tubuh dan aktivitas. Metode standar menghitung kebutuhan harian protein adalah berat badan (kilogram) x 0,8. Hasilnya adalah jumlah protein yang disarankan dalam gram. Ikan, kacang-kacangan dan daging ayam (dada tanpa kulit) adalah sumber protein bermutu tinggi dan cenderung lebih rendah lemak dibanding daging merah seperti daging sapi atau babi.




5. Cukup kalsium
Selain membangun tulang dan gigi yang kuat, kalsium juga berperan penting dalam pembakaran lemak. Semakin banyak kalsium di dalam sel lemak, semakin banyak lemak yang bisa dibakar oleh tubuh. Selain susu, brokoli, jus jeruk yang diperkaya kalsium, adalah sumber protein yang baik jika tujuan Anda adalah memertahankan berat badan ideal atau menghindari kegemukkan.
 

Related Articles