5 Makanan “Terlarang” Bagi Diabetesi

Status sebagai diabetesi membuat kamu mesti lebih selektif dalam memilih makanan. Ini beberapa yang perlu dihindari dalam menu harian.

Kadar gula darah dan berat badan ideal adalah dua pertimbangan utama bagi penyandang diabetes dalam menyusun menu harian. Menurut Joy Bauer, RD, pakar nutrisi dari New York University, Amerika, diabetesi di antaranya perlu mengutamakan jenis-jenis makanan yang memiliki nilai indeks glikemik (IG) rendah dan menghindari jenis makanan dengan nilai IG tinggi untuk mencegah kadar gula darah naik drastis setelah dikonsumsi. Disamping itu, diabetesi juga perlu membatasi konsumsi jenis-jenis makanan berikut.

 

Makanan manis

Kue tart, permen, kukis, camilan manis, dan aneka jenis minuman bergula adalah “musuh utama” penyandang diabetes. Jenis-jenis makanan ini memiliki nilai IG tinggi sehingga bisa mengakibatkan kadar gula darah melonjak drastis setelah disantap. Sebagai pengganti camilan manis, kamu bisa makan aneka jenis buah manis seperti mangga, anggur, pir, dan jeruk manis dalam porsi sewajarnya. Meski sama-sama mengandung glukosa, buah-buahan juga mengandung serat yang ampuh meredam kenaikan kadar gula darah serta vitamin yang banyak manfaatnya bagi kesehatan.

 

Produk susu full fat dan olahannya

Kandungan lemak jenuh di dalam susu full fat dan aneka produk olahannya bisa memicu  peningkatan kadar kolesterol “jahat” LDL. Selain bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, penelitian menyatakan bahwa peningkatan kadar LDL juga bisa memperparah kondisi resistensi insulin pada penyandang diabetes. Itu sebabnya, diabetesi perlu menghindari susu full fat dan produk olahannya, seperti es krim, butter, keju, dan yogurt. Tapi jangan khawatir, kamu bisa menggantinya dengan produk sejenis yang berstatus low fat.

 

Karbohidrat sederhana

Makanan pokok seperti nasi putih, roti putih, mie, dan pasta yang tidak terbuat dari bahan whole-grain memiliki nilai IG cukup tinggi sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan. Sebagai pengganti, kamu bisa memilih jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat kompleks seperti whole-grain (gandum utuh), oatmeal, nasi merah, nasi hitam, dan roti whole-grain.

Untuk snack, kamu bisa memilih SOYJOY yang terbuat dari kedelai utuh dan buah-buahan asli yang dikeringkan. Karena terbuat dari kedelai yang merupakan karbohidrat kompleks serta tinggi serat, SOYJOY memiliki nilai IG rendah serta bisa menghadirkan rasa kenyang lebih lama. Bukan itu saja, SOYJOY juga kaya kandungan protein, vitamin, dan mineral sehingga ideal disantap sebagai camilan sehat setiap hari.

 

Daging berlemak

Dengan alasan yang sama seperti produk susu full fat, diabetesi perlu menghindari konsumsi daging berlemak, kecuali ikan berlemak yang kaya kandungan lemak baik Omega-3, 6, dan 9. Jika hendak makan daging ayam, singkirkan bagian kulitnya. Jangan lupa, cara memasak juga mempengaruhi kandungan lemak di dalam daging. Alih-alih digoreng atau dibakar, lebih baik kamu mengolahnya dengan cara dikukus, direbus, atau ditumis dengan sedikit minyak zaitun.

 

Gorengan dan makanan olahan

Aneka jenis makanan yang dimasak dengan cara digoreng akan meningkatkan asupan lemak jenuh dan lemak trans yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sedangkan, produk makanan olahan seperti keripik kentang, sosis, dan nugget, kebanyakan mengandung garam dan lemak dalam jumlah tinggi. Asupan garam dan lemak, ditambah kandungan bahan pengawet di dalam makanan olahan bisa memicu tekanan darah tinggi serta masalah kesehatan lain yang berbahaya bagi diabetesi.

 

Sumber:

Related Articles