Healthy Living


Berat Badan Sulit Turun

Berat Badan Sulit Turun

Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari ternyata bisa menjadi penyebab gagalnya program penurunan berat badan.

Sudah habis-habisan olahraga dan mengikuti program diet, tetapi jarum timbangan tak kunjung bergeser ke kiri? Barangkali masalahnya terletak pada kebiasaan yang kamu lakukan setiap hari. Meski kelihatannya aman-aman saja, nyatanya banyak orang tak menyadari bahwa kebiasaan harian mereka mendatangkan dampak buruk terhadap kesehatan dan program penurunan berat badan. Apa saja?

Kebiasaan di pagi hari



1. Kurang sering berjemur
Rutinitas harian yang padat seringkali membuat kita tak sempat melakukan kegiatan di luar ruangan. Akibatnya, tubuh tak bisa menikmati manfaat mandi sinar matahari. Selain merupakan sumber vitamin D, hasil studi di University of Alberta, Kanada, mengungkap bahwa sinar matahari juga berguna membakar lapisan lemak putih di dalam tubuh. Itu sebabnya, di tengah kesibukan atau di akhir pekan, sempatkan diri berjemur sambil melakukan olahraga ringan.

2. Rajin ke gym tapi segan ke dapur
“Banting tulang” di gym semestinya diimbangi dengan menyantap makanan sehat. Menurut Dr. Daryl Gioffre, D.C., pakar gizi terdaftar yang memiliki banyak klien dari kalangan selebrita, terlalu sedikit waktu di dapur bisa membuat kita cenderung memilih jenis makanan yang mudah disiapkan, yaitu makanan yang diproses ataupun makanan instan. Padahal jenis makanan tersebut rata-rata tinggi kandungan gula, garam, dan lemak, serta minim serat. Alhasil, kalori yang dibakar di gym langsung “dibayar tunai” dalam sekali makan.

3. Malas minum air putih
Minum air putih dalam jumlah cukup amat berguna untuk melancarkan peredaran darah dan saluran pencernaan. Mencukupi asupan cairan juga penting untuk memelihara keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh. Bila kadarnya tidak seimbang, maka otot akan kesulitan menjalankan fungsinya dalam membakar lemak.


Kebiasaan di siang hari



4. Terlalu banyak duduk
Sudah menyisihkan waktu untuk berolahraga bukan berarti kamu mendapat legitimasi untuk duduk diam sepanjang hari tanpa melakukan aktivitas fisik apa pun. Menurut studi, melakukan aktivitas fisik seperti naik turun tangga, bebenah rumah, berjalan kaki, dan sebagainya, bisa meningkatkan pembakaran kalori antara 15-30%. Apalagi, duduk sepanjang hari di sofa ataupun ruang kerja bisa membuat kamu rentan tergoda untuk ngemil.

5. Musuhan dengan lemak
Bukannya lemak, justru konsumsi gula yang lebih perlu dibatasi dalam rangka menurunkan berat badan dan menekan risiko penyakit diabetes. Untuk makan siang, pilih jenis makanan yang kaya lemak “baik” (asam lemak omega 3, omega 6, dan omega 9), seperti ikan salmon, kedelai, dan sayuran hijau, yang bagus untuk mempertahankan rasa kenyang dan memelihara metabolisme.

6.Snack tinggi kalori
Snacking keripik dan gorengan di siang hari memang bisa mengusir kantuk, tapi efeknya bisa membuat jarum timbangan bergeser ke kanan. Tapi tenang, kamu tetap bisa snacking, tanpa perlu khawatir dengan timbangan. SOYJOY hadir sebagai #Soylution untuk membantu kamu hidup lebih sehat. Terbuat dari kedelai utuh, SOYJOY yang tinggi protein dan serat, menawarkan berbagai manfaat, termasuk mempertahankan berat badan ideal dan menjaga gula darah tetap stabil.

Kebiasaan di malam hari



7. Menumpuk makanan di malam hari
Tidak makan atau hanya makan sekadarnya saat sarapan dan makan siang, lalu memuaskan diri dengan menyantap hidangan “berat” di malam hari akan membuat metabolisme tubuh melambat. Akibatnya, tubuh tak bisa membakar kalori sebanyak semestinya. Yang benar, makanlah sesuai jadwal dalam porsi secukupnya.

8. Makan lebih dari 6 kali sehari
Sebaliknya, makan terlalu sering juga bisa membuat program diet gagal total. Menurut Dr. Gioffre, ketika sedang makan, tubuh kita melepaskan hormon insulin untuk menurunkan kadar glukosa di dalam darah. Caranya adalah dengan mengikat gula dan menyimpannya sebagai cadangan lemak. Alhasil, semakin sering hormon insulin bekerja, semakin banyak pula cadangan lemak dihasilkan.

9. Kurang tidur
Kurang tidur juga bisa mengganggu produksi hormon yang berhubungan dengan perasaan puas dan kenyang. Akibatnya, kamu akan merasa lebih lapar pada keesokan harinya dan seringkali diiringi dengan makan terlalu banyak. Menurut studi yang dilakukan di University of Warwick Medical School, Inggris, orang yang kurang tidur memiliki risiko obesitas 55% lebih tinggi dibandingkan mereka yang cukup tidur.

Related Articles