Kenali Lebih Jauh Manfaat Protein Nabati pada Kedelai

Kedelai adalah salah satu bahan pangan nabati yang kaya kandungan protein sehingga besar manfaatnya bagi kesehatan.

Kedelai merupakan pangan nabati yang memiliki protein lengkap, yang berarti mengandung sembilan asam amino esensial (yang tak bisa diproduksi tubuh sehingga diperlukan asupan dari makanan).

Kedelai merupakan sumber protein yang penting bagi banyak orang, terutama penganut pola makan yang tidak mengandung produk hewani atau pola makan vegetarian. Menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 90 gram kedelai hijau yang dimasak mengandung 127 kilokalori (kkal), 11,12 g protein, 5,76 g lemak, 9,95 g karbohidrat, dan 3,8 g serat.

 

Kandungan Gizi Dalam Kedelai

Kacang kedelai merupakan jenis kacang-kacangan rendah lemak jenuh dan tinggi protein, vitamin C, dan folat. Bahan pangan ini juga sumber serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, potasium, dan tiamin yang baik.

Kandungan nutrisi dari produk kedelai bisa berbeda, bergantung bagaimana pangan itu diproses dan bahan-bahan apa saja yang ditambahkan. Bagi vegetarian, vegan, dan mereka yang menghindari atau alergi terhadap susu dan produk olahan dari susu, protein kedelai sering menjadi sumber protein utama.

Produk protein kedelai menawarkan manfaat bagi wanita dalam berbagai tahap kehidupan. Manfaatnya termasuk perbaikan pola makan dan status kardiovaskular, pencegahan jenis kanker tertentu, peningkatan kesehatan setelah menopause, hingga pencegahan dan pengendalian obesitas.

Bidang penelitian protein kedelai telah meningkat popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir. Upaya penelitian di masa depan kemungkinan akan mencakup lebih banyak kemajuan ilmiah terkait penggunaan kedelai dalam makanan.

 

Berat Badan Seimbang dan Jantung Sehat

Studi menunjukkan bahwa diet tinggi protein dapat membantu penurunan berat badan, bahkan tanpa membatasi kalori atau nutrisi. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa protein kedelai dapat meningkatkan penurunan berat badan seefektif protein hewani.

Satu penelitian pada orang yang mengidap diabetes dan obesitas menunjukkan bahwa penggantian makanan berbasis protein kedelai mungkin lebih unggul daripada diet penurunan berat badan standar. Mereka yang mengonsumsi makanan pengganti protein kedelai dapat menurunkan berat badan rata-rata 2 kg lebih banyak daripada yang mengikuti diet standar.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menambahkan protein kedelai ke dalam makanan dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Makanan berbahan dasar kedelai tampaknya memiliki efek positif pada kesehatan jantung. Dalam ulasan 35 studi, konsumsi kedelai menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Ulasan lain menunjukkan bahwa mengganti protein hewani dengan 25 gram atau lebih protein kedelai dapat menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat LDL dan kadar trigliserida.

Banyak penelitian pengamatan (observasi) telah melihat efek perlindungan dari diet tinggi kedelai. Beberapa studi observasi menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kedelai dapat mengurangi risiko kanker prostat pada pria lanjut usia.

Nah, jangan ragu menambahkan kedelai sebagai sumber protein nabati yang murah namun kaya manfaat bagi kesehatan, misalnya SOYJOY, yang terbuat dari kedelai utuh dan mengandung segala kebaikan kedelai. SOYJOY hadir sebagai #Soylution, solusi dari kebaikan kedelai untuk hidup lebih sehat. SOYJOY bisa dikonsumsi kapan saja, baik saat perjalanan ke kantor atau selagi kamu sedang asik bekerja. Kandungan protein dan serat menjagamu kenyang lebih lama hingga tidak kalap saat jam makan utama tiba. SOYJOY, solusi gaya hidup sehat.

 

Referensi:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/320472.php

https://www.healthline.com/nutrition/soy-protein-good-or-bad#benefits

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1595159/

Related Articles