Konsumsi Kedelai Bermanfaat untuk Perkuat Tulang

Kedelai merupakan pangan sumber protein nabati yang memiliki beragaam manfaat. Bahan dasar tempe dan tahu ini mengandung bahan penting, isoflavon yang dikenal sebagai senyawa estrogenik nabati (fitoestrogen). Karena estrogen melindungi tulang, penurunan estrogen pascamenopause dihubungkan dengan kejadian keropos tulang (osteoporosis) pada perempuan.

Dalam satu dekade terakhir, salah satu perawatan utama untuk berkurangnya massa tulang pascamenopause adalah terapi penggantian hormon. Namun kekhawatiran tentang dampak kesehatan negatif dari terapi penggantian hormon dalam jangka panjang telah merangsang minat dalam pengobatan alternatif dan metode pencegahan osteoporosis. Untuk tujuan ini, banyak penelitian telah menyelidiki hubungan antara makanan kedelai, protein kedelai, atau ekstrak isoflavon dalam kaitannya untuk menjaga kesehatan tulang.

Penelitian menyebut, mendapatkan banyak protein kedelai dari makanan, atau mengonsumsi suplemen kedelai, dapat membantu melindungi wanita pascamenopause dari keropos tulang. Perempuan rentan mengalami osteoporosis setelah menopause karena karena tubuh membuat lebih sedikit estrogen, yang melindungi terhadap pengeroposan tulang.

Kedelai mengandung bahan kimia yang disebut isoflavon, yang memiliki struktur dan fungsi yang mirip dengan estrogen. Tim peneliti yang dipimpin oleh University of Hull, Inggris, meneliti apakah kedelai dan isoflavon dapat membantu melindungi wanita dari osteoporosis.

Penelitian melibatkan 200 wanita di awal menopause dengan 30 gram (sekitar satu ons) protein kedelai dan 66 miligram isoflavon, atau 30 gram protein kedelai saja setiap hari selama 6 bulan. Peneliti kemudian memeriksa tulang responden untuk mencari penanda dalam darahnya.

Peneliti menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi kedelai dan isoflavon memiliki kadar lebih rendah satu penanda tertentu daripada wanita yang hanya mengonsumsi kedelai. Ini menunjukkan bahwa tingkat kehilangan tulang mereka melambat dan menurunkan risiko terkena osteoporosis.

Perempuan yang mengonsumsi protein kedelai dengan isoflavon juga memiliki lebih sedikit tanda-tanda risiko penyakit jantung dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi kedelai saja.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa protein kedelai dan isoflavon adalah pilihan yang aman dan efektif untuk meningkatkan kesehatan tulang pada wanita pada usia menopause. Aksi kedelai dalam hal ini tampaknya meniru obat osteoporosis konvensional.

Isoflavon sebanyak 66 mg yang digunakan dalam penelitian ini setara dengan makanan diet Oriental, yang kaya makanan kedelai. Pada pola makan Barat hanya ditemukan sekitar 2-16 mg isoflavon.

Riset menyimpulkan bahwa melengkapi makanan dengan isoflavon dapat menurunkan secara bermakna jumlah wanita yang didiagnosis dengan osteoporosis.

Studi lain telah menyelidiki dampak kedelai diet pada kekuatan tulang pada wanita pascamenopause. Para penulis menyimpulkan bahwa makan lebih banyak kedelai mungkin dapat memperkuat tulang pada wanita dari segala usia.

Penurunan kepadatan dan kekuatan tulang yang umum terjadi pada wanita pascamenopause memang menjadi perhatian besar karena bisa menyebabkan gaya tidak aktif dan keterbatasan gerak.

Seiring bertambahnya usia wanita, osteoporosis, penurunan tingkat aktivitas, dan kenaikan berat badan bertindak bersama untuk menurunkan kesehatan tulang dan berdampak negatif pada metabolisme tubuh. Osteoporosis dan kelemahan tulang meningkatkan risiko patah tulang, yang bisa memicu gaya hidup tidak aktif dan berimbas pada kenaikan berat badan.

Para peneliti dari University of Missouri di Columbia menguji bagaimana perubahan pada diet wanita dapat mempengaruhi ketahanan tulangnya. Secara khusus, peneliti menyoroti efek protein berbasis kedelai. Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Bone Reports.

Peneliti menggunakan tikus untuk percobaan, dimana setengah tikus percobaan diangkat ovariumnya untuk meniru kondisi menopause.

Para ilmuwan memberi makan setengah dari tikus diet berbasis kedelai dan sisanya diet berbasis jagung. Kedua diet mengandung jumlah kalori yang sama. Mereka menimbang tikus setiap minggu selama masa percobaan 30 minggu. Selanjutnya tim mengambil sampel darah, menguji kekuatan tulang, dan menilai komposisi tubuh menggunakan EchoMRI, teknik pencitraan yang secara akurat dapat mengukur tingkat lemak tubuh dan massa air pada hewan hidup.

Analisis menunjukkan tulang kaki tikus yang diberi kedelai lebih kuat daripada tulang tikus yang diberi makan makanan berbasis jagung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita dapat meningkatkan kekuatan tulang dengan menambahkan beberapa makanan berbasis kedelai ke dalam makanan harian. Menurut peneliti, wanita bahkan tidak perlu makan kedelai sebanyak yang ditemukan dalam diet khas Asia, tetapi menambahkan beberapa tahu atau kedelai lainnya dalam menu harian dapat membantu membantu memperkuat tulang.

Studi juga menunjukkan bahwa peningkatan kekuatan tulang berbasis kedelai terjadi pada tikus dengan dan tanpa indung telur. Peneliti menekankan bahwa kedua kelompok tikus yang makan kedelai kekuatan tulangnya meningkat secara bermakna. Dengan kata lain, bahkan tulang pada tikus "pascamenopause" mendapat manfaat dari perubahan pola makan.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya pola makan optimal untuk mendukung kesehatan tulang pada setiap tahapan usia, namun sejumlah makanan yang mendukung kesehatan tulang sejauh ini sudah diketahui. Pola makan yang menjaga kesehatan tulang biasanya berupa buah-buahan dan sayuran, mengandung rasio protein nabati terhadap hewani yang tinggi (yaitu diet yang rendah atau tanpa produk hewani), dibuat dari makanan utuh, dan kaya nutrisi sehingga menyediakan banyak sekali nutrisi penting untuk tulang.

Makanan berbahan kedelai dikaitkan dengan peningkatan penanda kesehatan tulang, terutama di kalangan wanita Asia. Meskipun jumlah dan jenis makanan kedelai yang optimal yang diperlukan untuk mendukung kesehatan tulang belum jelas, bukti pola makanan menunjukkan bahwa konsumsi makanan kedelai secara teratur kemungkinan berguna untuk kesehatan tulang yang optimal sebagai bagian integral dari pola makan sehat.

Nah, apakah kamu ingin menguatkan tulangmu dari sekarang? Cobalah cara mudah dan praktis, misalnya dengan mengonsumsi SOYJOY, #soylution yang mengandung semua kebaikan kedelai utuh dengan rasa yang enak. Makan SOYJOY 2 jam sebelum makan juga mencegahmu kalap saat makan utama sehingga tidak memicu kenaikan berat badan. Kandungan beragam nutrisi yang baik, mencakup kedelai utuh, protein, serat, vitamin dan mineral juga isoflavon pada SOYJOY dapat menjadi #Soylution untuk kamu dalam menjalani gaya hidup sehat.

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3383497/

https://www.webmd.com/osteoporosis/news/20151102/soy-protein-osteoporosis#1

https://www.medicalnewstoday.com/articles/322708.php

Related Articles