Pengaruh Stres Pada Diabetes

Dalam kehidupan sehari-hari, stres bisa muncul karena penyebab fisik maupun psikis. Kecelakaan dan penyakit adalah dua hal yang bisa mendatangkan stres dari segi fisik. Sementara dari segi psikis, stres bisa disebabkan oleh masalah pribadi, kondisi keuangan, beban pekerjaan, dan lain sebagainya.

 

Meski wajar dialami oleh siapa saja, stres bisa berakibat buruk apabila dibiarkan berlarut-larut. Ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa stres bisa memicu munculnya berbagai jenis gangguan kesehatan, mulai dari yang ringan seperti sakit kepala sampai yang berat seperti serangan jantung. Risiko gangguan kesehatan bisa meningkat apabila stres dialami oleh penyandang diabetes. Apa penyebabnya?


1. Stres Memicu Kenaikan Kadar Gula Darah

Kala stres menyerang, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol ke dalam darah. Efek dari pelepasan hormon-hormon tersebut adalah sebuah respon yang dinamakan aksi “hadapi atau hindari” (fight or flight), yang dirasakan oleh seluruh tubuh, termasuk otak. Pada dasarnya, tujuan dari respon ini adalah menyiapkan tubuh untuk melawan atau melarikan diri dari situasi berbahaya yang sedang dihadapi.

Untuk persiapan melakukan aksi “hadapi atau hindari” tadi, maka tubuh akan melepaskan gula atau glukosa ke dalam darah, sebagai pasokan energi. Yang jadi masalah, tubuh penyandang diabetes tidak selalu memiliki pasokan insulin yang cukup untuk memproses pelepasan glukosa ekstra tersebut. Sebagai akibatnya, glukosa akan menumpuk di dalam darah sehingga menimbulkan peningkatan kadar gula darah. Jika sudah mencapai titik tertentu, maka peningkatan kadar gula darah ini perlu diatasi dengan konsumsi obat-obatan atau suntikan insulin.


2. Dampak Buruk Stres Berkepanjangan

Situasi bisa memburuk apabila diabetesi mengalami stres berkepanjangan. Dalam kondisi demikian, maka pelepasan glukosa ekstra ke dalam darah akan berlangsung terus-menerus yang berakibat peningkatan kadar gula darah terjadi secara konstan. Bila tidak segera dikendalikan, kondisi ini tentu bisa membahayakan kesehatan penyandang diabetes.

Meski demikian, penelitian menyatakan bahwa beban stres secara fisik dan mental bisa mendatangkan akibat berbeda pada penyandang diabetes tipe 1 dan 2. Bila stres fisik sama-sama mengakibatkan kenaikan kadar gula darah (hiperglikemia) pada penyandang diabetes tipe 1 dan 2, maka stres psikis terkadang malah mengakibatkan merosotnya kadar gula darah (hipoglikemia) pada penyandang diabetes tipe 1. Kedua kondisi tersebut sama-sama buruk dampaknya terhadap kesehatan diabetesi.

 

Stres, Bisa Dikendalikan

Untuk menghindari risiko komplikasi penyakit yang membahayakan, diabetesi perlu menerapkan manajemen stres yang baik. Buat catatan harian mengenai kondisi yang bisa mengakibatkan stres dan cara tubuh kamu menyikapinya. Berdasarkan catatan, ambil langkah antisipasi. Misalnya, bila stres kerap hadir pada Senin pagi di tempat kerja, maka untuk selanjutnya kamu bisa membereskan berkas-berkas penting di hari Jumat, agar bisa mengawali hari Senin secara lebih santai.

Kamu juga bisa melakukan olahraga dan latihan meditasi untuk membantu menenangkan pikiran. Perbaiki pola makan dan perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral. Tambah pula asupan vitamin C dan mineral magnesium yang telah terbukti ampuh membantu mengatasi stres.

Jika stres membuat kamu ingin ngemil, pilih camilan sehat yang memiliki nilai IG (Indeks Glikemik) rendah, agar tidak mengakibatkan lonjakan kadar gula darah. Kamu bisa memilih SOYJOY yang terbuat dari kedelai utuh dan buah asli. SOYJOY kaya kandungan protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Karbohidrat kompleks dan serat di dalam SOYJOY juga bisa menghadirkan rasa kenyang lebih lama, sehingga aman bagi kamu yang sedang berdiet.

 

Sumber:

Related Articles