Pentingnya Mencermati Indeks Glikemik Makanan, Meski Tak Diabetes

11 October 2018

Orang dengan gula darah tinggi dan diabetes perlu menghindari makanan dengan nilai indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, roti, dan kue yang manis. Makanan yang indeks glikemiknya tinggi memang bisa menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat.

Lalu bagaimana dengan orang yang tak diabetes dan kadar gula darahnya normal? Apa masih harus mencermati indeks glikemik makanan? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apa itu indeks glikemik?

Setiap makanan atau minuman yang dikonsumsi tentu memengaruhi kadar gula dalam darah Anda. Nah, indeks glikemik adalah nilai yang menunjukkan seberapa cepat tubuh mengolah karbohidrat dari makanan atau minuman jadi gula darah. Makin tinggi indeks glikemiknya, makin cepat pula karbohidrat diubah jadi gula darah. Inilah yang membuat kadar gula darah cepat naik.

Untuk menghindari lonjakan gula darah, orang dengan diabetes perlu menghindari makanan dengan indeks glikemik yang tinggi. Dengan begitu, Anda bisa tetap makan dengan gula darah yang stabil.

Tak punya diabetes, haruskah mencermati indeks glikemik?

Orang yang tidak mengidap diabetes tetap harus memerhatikan indeks glikemik makanan sehari-hari. Pasalnya, setiap orang perlu menentukan jenis makanan apa yang paling dibutuhkan, aman, dan bermanfaat bagi tubuhnya.

Indeks glikemik sendiri ternyata tak cuma bermanfaat bagi orang diabetes, tapi juga bagi orang sehat. Terutama kalau Anda sedang berusaha menurunkan atau menjaga berat badan.

Saat menyantap makanan yang indeks glikemiknya tinggi, makanan lebih cepat dicerna dan diserap. Akibatnya, perut pun lebih cepat kosong dan Anda lapar lagi. Inilah yang membuat Anda kalap makan dan rencana diet jadi berantakan.

Makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah, alias makanan dengan indeks glikemik tinggi, juga membuat orang yang sehat lebih rentan terhadap obesitas dan diabetes.

Karena itulah orang yang tidak mengidap diabetes pun sangat dianjurkan untuk memerhatikan nilai indeks glikemik dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-harinya.

Tips mengakali indeks glikemik makanan

Buat orang yang sehat dan tidak punya diabetes, mungkin malas rasanya untuk mencari tahu nilai indeks glikemik dari setiap jenis makanan dan minuman.

Tenang saja, hal ini bisa diakali, kok. Seorang dosen dari University of Colorado Anschutz Medical Campus, dr. Robert Eckel, menyatakan bahwa orang yang sehat boleh saja sedikit mengabaikan nilai indeks glikemik makanan dan minuman.

Tunggu dulu, bukan berarti Anda bebas makan dan minum sepuasnya. Dr. Robert Eckel memberi catatan bahwa Anda boleh melakukannya apabila makanan dan minuman yang Anda konsumsi memang baik bagi kesehatan secara keseluruhan, termasuk untuk jantung.

Pasalnya, semua makanan yang baik untuk jantung juga bermanfaat untuk fungsi tubuh lainnya seperti kolesterol, kadar gula darah, tekanan darah, dan berat badan. Misalnya kacang kedelai yang dapat menyehatkan jantung sekaligus menjaga gula darah tetap stabil.

Ya, kacang kedelai merupakan salah satu pilihan camilan sehat yang memiliki kadar indeks glikemik rendah. Artinya, camilan ini bisa membuat Anda tetap kenyang tanpa menyebabkan lonjakan gula darah. Dengan ngemil snack olahan kedelai, Anda pun tak akan kalap ketika saatnya makan besar nanti.

 

Sumber:

Diabetes Nutrition Guide: Understanding the Glycemic Index. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/fruits-vegetables. Accessed 4/7/2018.

Does The Glycemic Index Even Matter. https://www.prevention.com/weight-loss/diets/a20429145/glycemic-index-and-your-health/. Accessed 4/7/2018.

If You’re Not Diabetic, Don’t Bother Going On This Diet. https://www.huffingtonpost.com/2014/12/16/low-glycemic-diet_n_6336482.html. Accessed 4/7/2018.

Soy Foods Have Low Glycemic and Insulin Response Indices in Normal Weight Subjects. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1780058/. Accessed 4/7/2018.

 

Related Articles