by gl75FKPUUayArC | Oct 24, 2013 | Uncategorized
Penyakit diabetes adalah mimpi buruk bagi semua orang. Kabar baiknya, diet pritikin bisa membantu Anda mengatasinya secara bertahap.
Bukan hanya menurunkan kualitas hidup, diabetes juga bisa menimbulkan komplikasi berupa penyakit berat yang merusak fungsi organ tubuh. Untungnya, sebuah studi yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa penyakit diabetes tipe 2 bisa diatasi dengan menerapkan diet Pritikin.
Apa yang dimaksud dengan diet Pritikin? Diet Pritikin diciptakan pada tahun 1979 oleh Nathan Pritikin untuk mengatasi penyakit jantung yang dideritanya. Tetapi dalam perjalanannya, menurut Christian Roberts, Ph.D, profesor di bidang Psychological Science dari University of California, Los Angeles di Amerika, diet Pritikin juga ampuh menurunkan kadar gula darah secara drastis dalam waktu relatif singkat.
Berikut 3 prinsip utama diet Pritikin:
3 Kategori Makanan. Diet Pritikin mengenal kategori “go food” (boleh dikonsumsi), “caution food” (dikurangi konsumsinya), dan “stop food” (dihindari), sebagai berikut:
Go food: buah-buahan, sayuran, produk olahran susu rendah lemak, polong-polongan seperti kedelai dan kacang polong, ikan, daging tanpa lemak, serta bahan pangan yang terbuat dari biji-bijian utuh seperti beras hitam, roti yang terbuat dari gandum utuh, juga pasta yang terbuat dari bahan whole-grain.
Caution food: minyak, gula, garam, madu, pemanis buatan, minuman beralkohol, serta bahan pangan yang terbuat dari biji-bijian yang sudah diproses seperti nasi putih, roti putih, dan pasta dari bahan gandum hasil olahan.
Stop food: makanan yang kaya kandungan lemak jenuh seperti butter, minyak kelapa, daging berlemak, dan produk susu tinggi lemak, makanan yang terbuat dari bagian dalam tubuh hewan (jeroan), daging yang diproses di pabrik, serta makanan yang kaya kandungan kolesterol seperti kuning telur.
3 Jenis Olahraga. Menjalankan pola makan sehat belum cukup tanpa menerapkan gaya hidup yang aktif secara fisik. Program diet Pritikin mencakup pula latihan kardio selama 30-90 menit sebanyak 6 hari per minggu, latihan beban selama 20 menit sebanyak 2-3 kali per minggu, serta latihan peregangan (stretching) selama 10 menit per hari.
Memelihara kesehatan emosi. Stres adalah salah satu pemicu munculnya berbagai jenis penyakit. Karenanya, selain fokus pada kebugaran fisik, Pritikin juga menyarankan Anda untuk memelihara kesehatan emosi dengan cara memelihara hubungan sosial yang positif, menikmati humor, mengasah sisi spiritual, dan sebagainya.
Ingin mulai menjalani gaya hidup sehat? Mulailah menerapkan poin-poin dalam metode diet Pritikin secara terintegrasi sejak sekarang. Selamat mencoba!
Sumber:
http://www.webmd.com/diet/features/pritikin-diet-review
http://www.prevention.com/food/food-remedies/heal-yourself-food
http://www.pritikin.com/home-the-basics/about-pritikin/how-pritikin-works.html
by gl75FKPUUayArC | Jun 18, 2013 | Uncategorized
Ada banyak mitos yang beredar tentang penyakit diabetes, misalnya diet diabetes tanpa menikmati makanan mengandung gula sama sekali. Padahal, selama jumlahnya dibatasi, makanan manis pun masih bisa dinikmati.
Seorang penyandang diabetes tentu perlu memperhatikan gaya hidupnya. Hal ini bertujuan agar penyakit tersebut bisa segera diatasi dan dipulihkan. Mencari banyak informasi mengenai penyakit yang diderita tentu sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan, terutama saat proses penyembuhan.
Tanpa disadari, banyak orang yang terjebak pada mitos-mitos tentang penyakit diabetes yang berkembang di masyarakat. Agar Anda bisa mengetahui fakta ketimbang mitos, berikut ini adalah 5 mitos penyakit diabetes yang perlu diketahui.
1. Pengobatan atau Metode Alternatif Mampu Mengatasi Diabetes
Kini, marak sekali pengobatan maupun metode alternatif yang diiklankan baik di televisi maupun media massa lainnya. Tapi sayangnya, belum ada bukti ilmiah terkait aman atau tidaknya cara ini dalam menyembuhkan diabetes. Agar Anda tidak termakan janji manis iklan pengobatan alternatif, alangkah baiknya untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter sebelum hendak mencobanya.
2. Sepotong Kue Berakibat Fatal bagi Penyandang Diabetes
Saat tubuh terkena penyakit ini tentunya diet diabetes perlu dijalani, salah satunya adalah dengan banyak menghindari makanan dengan kandungan gula. Namun, bukan berarti makanan dengan kandungan gula sama sekali tidak dapat dinikmati. Seiring dengan pesatnya kemajuan bidang kedokteran, maka diketahui pula bahwa makanan dengan kandungan gula yang sedikit tidak akan berakibat fatal bagi penyandang diabetes. Oleh karena itu, kue dengan kandungan gula yang sedikit atau dibatasi dalam pengolahannya, masih bisa dinikmati.
3. Olah Raga Tidak Baik untuk Diabetes
Pernyataan tersebut tidaklah benar, karena justru para penyandang diabetes dianjurkan untuk berolah raga. Aktivitas fisik ini merupakan contoh perawatan bagi para penyandang diabetes. Namun bila sang penyandang memiliki komplikasi seperti neuropati berat atau pendarahan di mata, maka harus lebih berhati-hati atau dihentikan. Bila sang penyandang berusia lebih dari 40 tahun dan jarang sekali berolah raga, maka ada baiknya untuk mendiskusikan aktivitas ini dengan dokter terlebih dahulu.
4. Penyakit Diabetes Adalah Penyakit Keturunan
Diabetes tipe 2 memang penyakit keturunan, namun diabetes tipe ini belum tentu menjangkit seluruh anggota keluarga. Hal ini bergantung pada di antaranya aktivitas yang dijalani ataupun berat badan. Oleh karena itu, gaya hidup yang sehat akan mengurangi risiko terkena kedua tipe penyakit diabetes tersebut.
5. Penyakit Diabetes Menurunkan Selera Humor
Menderita suatu penyakit tentunya akan membuat diri merasa sedih. Namun, bila Anda bisa menerima keadaan dan tetap bersemangat untuk menyembuhkannya, tentunya rasa humor pun akan kembali. Selera humor akan membuat Anda mudah tertawa dimana hal ini bisa membuat hari-hari terasa lebih menyenangkan.
Sumber:
Hidup secara mandiri dengan diabetes melitus, kencing manis, sakit gula. Prof. DR. Sidartawan Soegondo, dr.SpPD, K-EMD, F.A.C.E & Kartini Sukardji MCH
http://www.diabetes.org/diabetes-basics/diabetes-myths/
by gl75FKPUUayArC | May 24, 2013 | Uncategorized
Tujuan diet diabetes yang dilakukan penyandang diabetes adalah untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darahnya, sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi yang ia butuhkan untuk aktivitas hariannya.
Ada 9 bahan makanan yang bisa dibilang sebagai makanan super yang tepat untuk diet diabetes, karena tidak hanya mengandung kadar glikemik indeks rendah, tapi juga mengandung nutrisi penting seperti kalsium, potassium, serat, magnesium yang diperlukan untuk memproduksi insulin, serta vitamin A, C, dan E, yaitu:
1. Kacang-kacangan
Sekitar 115 gram berbagai jenis kacang seperti kedelai mengandung protein yang sama dengan 1 ons daging dan sudah mencukupi sepertiga kebutuhan serat harian Anda. Selain itu, kacang juga merupakan sumber magnesium dan potassium yang baik.
2. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kale, serta sayuran berdaun hijau gelap lainnya rendah kalori dan karbohidrat, tapi kaya akan serat dan vitamin serta mineral.
3. Berbagai Jenis Jeruk
Jeruk Bali, jeruk, lemon, ataupun jeruk nipis sangat penting untuk menjadi bagian dari asupan nutrisi harian, terutama karena kandungan vitamin C dan seratnya.
4. Ubi Jalar (Sweet Potato)
Ubi jalar kaya vitamin A dan serat, serta cocok sebagai pengganti kentang, karena memiliki kadar glikemik indeks yang lebih rendah.
5. Buah-buahan Berry
Blueberry, strawberry, raspberry, atau jenis buah berry lainnya sangat kaya antioksidan, vitamin, dan serat. Apalagi buah-buahan ini manis secara alami dan bisa dinikmati oleh penyandang diabetes.
6. Tomat
Tomat segar ataupun yang sudah diolah seperti saus tomat, mengandung vitamin C, zat besi, dan vitamin E.
7. Ikan yang Kaya Asam Lemak Omega 3
Jumlah konsumsi ikan yang kaya asam lemak Omega 3 yang disarankan adalah 180-270 gram per minggu. Namun yang perlu diingat adalah, hindari mengolah ikan dengan cara digoreng deep fried ataupun diberi kulit tepung.
8. Susu dan Yoghurt Tanpa Lemak
Setiap saji produk susu yang dikonsumsi menurunkan risiko resistensi insulin sampai 21 %. Produk susu juga membantu proses pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, produk susu kaya kalsium, dan vitamin D.
Anda memang bisa saja melengkapi kebutuhan nutrisi dari suplemen yang Anda minum secara rutin. Tapi nutrisi dari bahan makanan yang alami dan segar untuk diet diabetes Anda jelas lebih baik daripada nutrisi dari suplemen, kan?
Sumber:
Diabetes di Usia Muda – Holistic Health Solution (halaman 115)
http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/diabetes-superfoods.html
by gl75FKPUUayArC | May 14, 2013 | Uncategorized
Kunci diet diabetes adalah menjaga kadar gula dalam darah. Untuk itu, seorang penyandang diabetes harus memperhatikan pola makannya dengan lebih teliti agar asupan nutrisi yang ia konsumsi seimbang dan sesuai dengan jumlah kalori yang ia butuhkan.
Tubuh manusia bekerja berdasarkan jam biologis tertentu. Ada teori yang menyatakan bahwa bila Anda menyesuaikan pola makan Anda dengan jam biologis tubuh tersebut, berarti Anda menyesuaikan makanan dengan hormon yang bekerja pada tubuh, sehingga kebutuhan hormon yang dibutuhkan untuk kinerjanya dapat terpenuhi dan Anda pun akan merasa kenyang. Diet diabetes berdasarkan pola makan yang disesuaikan dengan jam biologis tubuh adalah:
Sarapan (Pukul 06.00 – 07.00)
Saat tidur, hati menggunakan banyak gula untuk proses detoksifikasi. Itu sebabnya ketika bangun tidur kadar gula dalam darah biasanya menurun. Jadi, makanan yang tepat dikonsumsi di pagi hari adalah makanan manis, misalnya buah yang mengandung gula alami serta serat dan zat gizi lain yang membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Camilan pagi (Pukul 10.00) Makanan yang disarankan untuk camilan pagi adalah makanan yang mengandung low GI seperti kedelai dan buah. Selain membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, makanan low GI pun dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga porsi makan berikutnya.
Makan Siang (Pukul 12.00)
Hormon adrenaline aktif bekerja di siang hari dan membutuhkan zat gizi yang terdapat pada makanan sumber protein. Jadi, konsumsilah makanan sumber protein misalnya tahu, ikan, kacang-kacangan seperti kedelai, dan ayam tanpa kulit yang dilengkapi dengan sayuran segar. Agar proses pencernaan protein berjalan lebih lancar, kurangilah porsi nasi pada siang hari. Dianjurkan juga untuk mengonsumsi nasi merah. Camilan Sore (Pukul 15.00 – 16.00) Untuk camilan sore, Anda disarankan agar menghindari makanan yang mengandung high GI seperti donat, wafer, biskuit, cupcake, atau gorengan karena makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis.
Makan Malam (Pukul 18.00 – 19.00)
Pada malam hari, hormon yang aktif adalah melatonin dan serotonin yang membantu tubuh lebih rileks. Aktivitas hormon ini dibantu oleh karbohidrat. Karena itu, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat di malam hari dengan sedikit protein, misalnya nasi merah dengan banyak sayuran dan sedikit daging ayam tanpa kulit.
Jam makan Anda sebaiknya disesuaikan dengan jadwal kegiatan Anda sehari-hari. Sarapan dianjurkan sekitar 1-2 jam sesudah Anda bangun di pagi hari, sedangkan makan siang sekitar 4-5 jam setelah Anda sarapan. Setelah itu, Anda dianjurkan makan malam sekitar 6-7 jam setelah Anda makan siang. Misalnya, bila Anda bangun pukul 6 pagi, Anda disarankan sarapan pada pukul 7.00-8.00 pagi. Setelah itu, sebaiknya Anda makan siang pada pukul 12.00-1.00, dan makan malam pada pukul 6.00-7.00 malam. Bila Anda akan terlambat makan, cemilan ringan akan membantu mengganjal perut sekaligus menjaga kadar gula dalam darah.
Dengan pola makan di atas sebagai dasar dari diet diabetes yang Anda jalani, keseimbangan pola makan Anda bisa dijaga dengan lebih mudah. Walaupun awalnya tampak sulit, namun semakin lama Anda akan mampu menjalaninya dengan mudah.
Sumber:
Diabetes di Usia Muda – Holistic Health Solution (halaman 131)
http://www.sharecare.com/question/best-time-to-eat-meals