Waspadai Garam Tersembunyi!

Waspadai Garam Tersembunyi!

Konsumsi garam berlebihan memang berbahaya bagi kesehatan, karena kandungan sodium pada garam yang berlebihan dalam tubuh bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, bahkan stroke. Tapi mengurangi konsumsi garam bukan sekedar mengurangi konsumsi makanan yang asin saja, lho. SOYJOY Lovers perlu tahu bahwa ada kandungan sodium tinggi yang bersembunyi di balik berbagai makanan yang tidak terasa terlalu asin pada lidah SOYJOY Lovers, di antaranya:

 

1. Sayuran dan sup kalengan

Bahan pengawet yang ditambahkan dalam sayuran dan saus kalengan akan meningkatkan kadar sodium di dalamnya hingga berkali-kali lipat. Misalnya, semangkuk sup jagung dalam kemasan bisa mengandung hingga 730 mg sodium. Jadi, sebisa mungkin gunakanlah bahan-bahan segar dalam sajian Anda. Kalau Anda harus menggunakan sayuran kalengan, bilas sayuran secara menyeluruh untuk mengurangi kadar garamnya.

2. Saus dan bumbu siap pakai

1 sendok makan saus teriyaki botolan mengandung hingga 690 mg sodium. Sedangkan 1 sendok makan kecap bisa mengandung hingga 1024 mg sodium! Jadi, kurangi penggunaan saus dan bumbu siap pakai, ya. Sebagai alternatif, gunakan bahan seperti cuka atau perasan jeruk lemon untuk menambahkan cita rasa sajian. Untuk bahan rendaman, SOYJOY Lovers bisa menggunakan perasan jeruk atau nanas.

3. Sports drink

600 ml sports drink bisa mengandung sekitar 252 mg sodium. Karena itu, kurangi konsumsi sports drink, kecuali bila Anda habis berolahraga berat dan banyak berkeringat. Minum air putih jauh lebih sehat, kok.

 

The American Heart Association menyatakan bahwa asupan sodium harian disarankan untuk tidak melebihi 2300 mg per hari, yaitu sekitar 1 sendok teh garam. Batas harian ini menurun menjadi 1500 mg per hari bagi SOYJOY Lovers yang memiliki tekanan darah tinggi. Jadi, cermatlah membaca label serta keterangan nutrisi pada produk dalam kemasan, dan mulailah memilih produk yang lebih rendah sodium atau tanpa tambahan garam.

 

Source: http://www.hsph.harvard.edu/

Obesitas & Diabetes di Kalangan Anak-anak

Melesatnya angka obesitas di kalangan anak-anak membuat mereka rentan menghadapi risiko diabetes di masa depan!

Ancaman obesitas bukan hanya melanda orang dewasa melainkan juga mereka yang masih berusia kanak-kanak. Setelah Amerika, kini Inggris dan sejumlah negara lainnya dinyatakan menghadapi peningkatan jumlah kasus obesitas di usia muda. Diperkirakan, 4 dari 100 penduduk berusia di bawah 16 tahun di Inggris telah dikategorikan menyandang obesitas.

Kondisi obesitas bisa memicu kemunculan masalah kesehatan lainnya. Menurut data yang dimiliki klinik obesitas di Bristol Royal Hospital for Sick Children, 3 dari 100 anak penyandang obesitas yang dirawat di sana telah dinyatakan mengalami gejala kerusakan pada organ pankreas. Padahal, kerusakan pada organ ini amat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengendalikan kadar gula darah agar tetap normal.

Dalam kondisi normal, organ pankreas bertugas memproduksi hormon insulin di dalam tubuh. Hormon insulin ini berperan mengubah gula di dalam darah menjadi energi. Jika pankreas mengalami gangguan, maka secara otomatis produksi hormon insulin pun ikut terganggu sehingga tubuh pun kesulitan mengubah gula menjadi energi sehingga gula di dalam darah menjadi tidak terkendali. Ujung-ujungnya, kemunculan penyakit diabetes adalah kondisi yang tidak dapat dielakkan lagi.

Dr. Julian Shield, dokter spesialis anak yang juga mendalami bidang endokrinologi dari Bristol Royal Hospital, menyatakan bahwa dalam kurun waktu 3 tahun belakangan, dirinya telah menangani 100 anak yang 70% di antaranya mengalami gangguan fungsi pankreas. Ia pun yakin bahwa jumlah ini masih bisa bertambah lebih banyak lagi mengingat banyaknya anak-anak penyandang obesitas yang mengalami diabetes tanpa terdeteksi.

Hal ini tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata, karena selain mengurangi kualitas hidup, penyakit diabetes juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, kebutaan, kerusakan saraf, serta penyakit jantung dan stroke yang bisa berakibat fatal.

Itu sebabnya, Shield menyatakan perlunya dilakukan upaya untuk mencegah obesitas sejak dini. Caranya adalah dengan membiasakan anak-anak menerapkan pola hidup sehat, yaitu dengan memperbanyak aktivitas fisik dan menyeleksi asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berikan bekal berisi sayuran dan buah-buahan serta mengawasi jajanan anak saat di sekolah dengan mengurangi jajanan yang manis-manis. Ganti jajanan anak dengan SOYJOY sebagai jajanan yang menjaga gula darah dan mampu kenyang lebih lama.

SOYJOY Soy Food, gula darah terjaga, nafsu makan terkendali.

 

 

Source: dailymail.co.uk