6 Cara Minimalkan Stres untuk Ibu Rumah Tangga

6 Cara Minimalkan Stres untuk Ibu Rumah Tangga

Menjadi ibu rumah tangga, atau ibu bekerja, bukanlah pekerjaan mudah. Harus mengurus suami dan anak, juga pekerjaan rumah tangga atau kantor, sungguh membutuhkan kesabaran ekstra. Tak jarang, kaum ibu rentan mengalami stres.

Bahkan ketika semua telah direncanakan dengan baik, apabila menyangkut anak-anak, ada saja kemungkinan meleset. Menjadi ibu memang menyenangkan, namun sekaligus juga menantang. Banyak kaum ibu yang bahkan merasa bersalah jika mengambil ‘me time’, padahal hal ini penting untuk keseimbangan – menjauhkan dari tekanan hidup.

Stres memang tak mungkin dihindari sama sekali, namun kabar baiknya bisa dikelola. Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh para ibu untuk mengelola stres agar tidak berdampak negatif. Kami merangkum cara mengelola stres yang bisa dilakukan para ibu dalam paparan berikut ini:

1.Stres akan selalu ada

Hal pertama yang harus diingat adalah, menerima kenyataan bahwa stress akan selalu ada dalam tiap tahap kehidupan. Ini dulu yang harus dipahami dan selanjutnya diterima. Jika kenyataan ini bisa diterima dengan baik, kita akan lebih mudah dalam mengatasi hambatan yang ada di depan mata. Menerima kenyataan hidup adalah bagian pertama dan paling penting dalam mengelola stres.

2.Luangkan waktu untuk diri sendiri

Tidak harus pergi ke salon atau perawatan spa untuk menikmati ‘me time’. Cara sederhana seperti berendam di bath tub atau tidur siang bisa menjadi cara yang efektif untuk beristirahat. Cara sederhana ini bisa menjadi prioritas untuk mengambil jeda sejenak dari rutinitas. Meski singkat, periode waktu ini akan memberi para ibu kesempatan untuk menekan tombol ‘atur ulang’.

3.Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Ada kalanya, daftar pekerjaan yang harus diselesaikan kaum ibu seolah tiada akhirnya. Dan jika ibu tak mampu menuntaskan semua ‘to dio list’ janganlah merasa bersalah. Daripada mencoba untuk menjejalkan segala sesuatu ke dalam jadwal – yang tampaknya tak mungkin semua dituntaskan – lebih baik prioritaskan tugas-tugas penting dan buatlah daftar yang harus dikerjakan dari sini. Jangan terlalu keras dan menyalahkan diri sendiri jika tidak semua pekerjaan bisa selesai sempurna. Berdamailah dengan diri sendiri. Ini akan meminimalkan tekanan, percayalah.

4.Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Para ibu umumnya ingin tampil sempurna dan cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain. Ini melelahkan, sekaligus bisa menjadi sumber tekanan yang tak disadari. Sebagai perempuan, berhentilah membandingkan diri kita satu sama lain. Pada kenyataannya, hal itu hanya akan menyakiti diri kita sendiri jika ternyata hasilnya tak sesuai harapan.

5. Ajari anak-anak bertanggung jawab

Sebagai ibu, kita ingin dapat melakukan segalanya. Jika tak ada asisten rumah tangga, ajarilah anak-anak untuk membantu tugas-tugas rumah tangga sesuai dengan kemampuannya. Bagian dari tugas menjadi seorang ibu adalah mengajarkan anak-anak bagaimana berfungsi di dunia nyata. Buatlah daftar tugas dan tetapkan tanggung jawab untuk setiap anak – tentu saja disesuikan dengan usia dan kemampuan masing-masing. Menjadi seorang ibu tidak berarti harus melakukan segala sesuatunya sendiri bukan?.

6. Belajar untuk mengatakan tidak

Sangat penting untuk menerima dan menyadari bahwa ibu memiliki kemampuan untuk mengatakan tidak. Meskipun ibu bertanggung jawab atas anak-anak dan keluarga, namun jangan lupa, diri sendiri juga harus dipikirkan. Kesehatan ibu, baik fisik atau mental, sangat penting sebagai bekal dalam mengasuh anak dan merawat keluarga. Jika seorang ibu tidak sehat, baik secara mental dan fisik, maka dia tidak akan dapat menjadi ibu yang baik. Apabila memang perlu, katakan tidak untuk hal-hal yang memang tidak bisa dilakukan.

Stres mungkin tidak akan pernah sepenuhnya pergi, namun para ibu harus ingat, ada banyak cara mengelola stres agar lebih nyaman dalam menjalani hidup.

Sumber: http://www.beliefnet.com/love-family/parenting/articles/6-ways-moms-can-manage-stress.aspx

Kenapa Saat Stress Banyak Orang Yang Ingin Ngemil Terus-terusan?

Kenapa Saat Stress Banyak Orang Yang Ingin Ngemil Terus-terusan?

Pada jaman modern seperti saat ini, stres telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang sulit dihindari. Masalahnya, kalau tidak ditangani dengan baik, stres bisa menyebabkan masalah seperti depresi. Dampak stres juga tak hanya terlihat pada tingkah laku Anda, tapi juga pada lingkar pinggang Anda!

 

“Saat stres berlangsung berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon cortisol yang meningkatkan nafsu makan.”

Saat stres berlangsung berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon cortisol yang meningkatkan nafsu makan. Stres juga menyebabkan orang lebih memilih makanan kaya kandungan lemak dan kalori yang menimbulkan rasa nyaman dan senang. Itulah sebabnya, sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di MD Anderson Cancer Center, keinginan untuk ngemil biasanya muncul pada saat stress di sore hari pada hari kerja.

Masalahnya, nafsu makan yang muncul akibat stres bisa menyebabkan Anda tak bisa mengontrol porsi makan Anda. Lalu bagaimana caranya agar stres yang Anda alami tidak berujung pada kenaikan berat badan? Caranya adalah dengan mengatasi stres yang Anda alami dengan cara meditasi, berolahraga, atau melakukan hal-hal yang Anda sukai. Selain itu, pastikan Anda telah mendapatkan tidur yang cukup setiap hari, karena masalah kurang tidur bisa menyebabkan stres yang akhirnya berujung pada bertambahnya nafsu makan.

Tapi kalau keinginan ngemil sudah tak tertahankan, cemilan sehat yang rendah kalori adalah pilihan tepat. Dengan cara ini, Anda bisa memuaskan keinginan ngemil Anda tanpa mendapatkan asupan kalori dan lemak yang berlebih. Cemilan sehat juga bisa membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda, lho. Contohnya saja, kalau Anda memilih SOYJOY sebagai cemilan sehat harian Anda, Anda akan mendapatkan manfaat dari kandungan serat dan proteinnya.

Ngemil itu nggak ada salahnya, kok. Yang penting ngemilnya cemilan yang sehat, ya. Siapa tau dengan cemilan lezat kayak SOYJOY, stres Anda pun reda!

Source: http://www.health.harvard.edu/

5 Trik Menghindari Flu

5 Trik Menghindari Flu

Penyakit yang mudah ditularkan adalah virus flu. Melalui udara atau sentuhan objek ditempat umum pun bisa menularkan virus ini kedalam tubuh Anda. Ada beberapa hal yang bisa SOYJOY Lovers perhatikan agar tidak mudah tertular flu, yaitu:

1. Jaga kebersihan tangan

Salah satu cara penularan flu yang paling umum terjadi adalah melalui tangan yang menyentuh objek/benda yang telah terkena virus flu. Sebaiknya Anda selalu mencuci tangan setelah beraktivitas di tempat-tempat umum.

2. Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda

Virus flu yang menempel pada tangan akan memasuki tubuh Anda melalui mata, mulut, atau hidung. Karena itu, hindari kebiasaan menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

3. Jaga agar hidung Anda tetap hangat

Virus flu pada sel hidung akan berkembang biak lebih cepat disaat cuaca dingin. Karena itu, saat cuaca dingin, lindung hidung Anda dengan syal atau masker agar hidung tetap hangat.

4. Hindari stres

Peneliti dari University of Pittsburgh menemukan bahwa orang yang mengalami stress kronik memiliki resiko 2 kali lebih besar untuk mengalami flu dibanding orang yang tidak mengalami stres. Hal ini terjadi karena stres mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan membuat orang menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

5. Tidur cukup

Peneliti dari Carnegie Mellon University di Amerika Serikat menyatakan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam per malam memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk terkena flu dibandingkan orang yang tidur selama 8 jam atau lebih tiap malam. Karena itu, jangan suka begadang ya, SOYJOY Lovers.

Menghindari virus flu tak perlu cara rumit yang mengganggu aktivitas kan, SOYJOY Lovers?

 

Sumber:

http://www.saga.co.uk/

http://www.mirror.co.uk/

Emosi Berlebih Akibat Kurang Tidur

Saat badan sudah merasa lelah beraktivitas, secara otomatis Anda akan pergi ke kamar tidur untuk istirahat. Tapi kalau, Anda belum merasa ngantuk, biasanya Anda akan melakukan banyak kegiatan seperti browsing di handphone, main game atau nonton tv. Semakin lama Anda berkegiatan di malam hari akan membuat Anda tidur hingga larut malam.

Idealnya tubuh membutuhkan tidur 7-8 jam sehari. Jika ini tidak dilakukan secara rutin, maka immune tubuh akan lebih lemah dan cepat terserang penyakit yang diakibatkan oleh virus seperti flu atau batuk.

Tidak hanya pada kekebalan immune tubuh, tapi kurang tidur juga tidak baik untuk mental Anda. Seperti penelitian Journal of Applied Social Psychology yang menjelaskan, kurangnya kualitas tidur bisa mengurangi kemampuan Anda dalam berpikir. Hal ini bisa memicu otak tidak berpikir dengan jernih dan tidak konsentrasi. Selain itu kurang tidur juga bisa membuat suasana hati tidak karuan sehingga Anda akan lebih mudah tersinggung dan cepat emosi.

Kenapa kita bisa merasa emosi?

Emosi muncul karena adanya peningkatan aktivitas amigdala saat waktu tidur yang berkurang, seperti penelitian yang dilakukan Direktur Medis Sleep Medicine Center Martha Jefferson Hospital Christopher Winter, dimana amigdala adalah bagian otak yang mengatur emosi, seperti rasa marah dan depresi, maka dari itu sangat perlu Anda mengatur waktu tidur untuk mengatur emosi.

Tidak bisa mengatur emosi biasanya akan membuat Anda berpikir untuk lebih mementingkan diri Anda sendiri dibandingkan orang sekitar Anda, kebiasaan tidur yang kurang akan berdampak buruk yang bisa membuat Anda akan beralih ke obat tidur secara terus menerus.

Kurangi obat-obatan tidur, ganti dengan mengkonsumsi pisang setiap hari karena pisang mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah menjadi serotonin yang dikenal bisa dan memberikan rasa bahagia sehingga stress dan emosi akan berkurang. Kandungan pisang (banana) pada varian terbaru SOYJOY Banana bisa menjadi pereda emosi dan nafsu makanmu.

Soy Food SOYJOY, gula darah terjaga, nafsu makan terkendali.

 

Source: Meetdoctor.com

5 Tips Hidup Lebih Bahagia

Di dunia ini ada orang-orang yang selalu tampak bahagia setiap saat, namun tidak banyak juga orang berjuang mencari cara untuk bahagia. Orang yang selalu bahagia akan terlihat sedang tersenyum dan mengeluarkan energi positif ke berbagai arah. Anda bisa terapkan kebahagiaan dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Berpikir dengan hati

Tak semua masalah menuntut pemecahan secara logis. Memikirkan suatu masalaha secara berlebihan seringkali mengakibatkan rasa cemas muncul berlebihan dan bisa membuat Anda stres. Jika, Anda ingin bahagia di saat punya masalah, sebaiknya Anda melihat kesanggupan penyelesaian masalah sesuai dengan kata hati.

2. Mencintai proses bukan hasil

Orang-orang yang berbahagia sangat paham mengenai inti dari sebuah perjalanan hidup adalah proses yang Anda lalui, bukan hasilnya. Karena, orang yang bisa hidup lebih bahagia bisa menikmati berbagai situasi yang ada di depan mata. Orang bahagia selalu menghargai waktunya, waktu yang paling berharga adalah “saat ini”, bukan masa lalu ataupun masa depan.

3. Rasa ingin tahu yang tinggi

Biasanya orang-orang bahagia selalu menyimpan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekelilingnya. Demi mencapai kebahagiaan, Anda tidak usah ragu untuk mencoba hal-hal baru, dengan cara seperti ini, bisa membuat kehidupan Anda terasa lebih “hidup”.

4. Mampu memaafkan

Siapa pun tak luput dari kesalahan, sama halnya dengan diri kita sendiri. Hanya saja, ada orang yang memilih untuk “menghukum” dirinya terus-menerus dan ada pula yang belajar untuk memaafkan. Orang yang bahagia tidak hanya mampu memaafkan kesalahan orang lain, namun juga kesalahannya sendiri.

5. Hubungan positif dengan orang terdekat

Riset yang dilakukan di University of Illinois, Amerika, membuktikan bahwa orang-orang bahagia memiliki hubungan berkualitas dengan orang terdekat, entah itu pasangan, sahabat, maupun keluarga. Dengan memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan kerabat, Anda akan selalu ditemani dan diberikan perhatian yang bisa membuat hidup Anda lebih senang dan bahagia.

 

Hati yang senang dan bahagia juga bisa menjadi obat pada kesehatan tubuh. Menurut penelitian, rasa stress atau depresi bisa meningkatkan tekanan darah serta meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Hiduplah lebih sehat dengan menjalankan hidup yang lebih bahagia !

Source : www.mindbodygreen.com