Artikel
5 Mitos Penyakit Diabetes
Ada banyak mitos yang beredar tentang penyakit diabetes, misalnya diet diabetes tanpa menikmati makanan mengandung gula sama sekali. Padahal, selama jumlahnya dibatasi, makanan manis pun masih bisa dinikmati.
5 Mitos Penyakit Diabetes
Ada banyak mitos yang beredar tentang penyakit diabetes, misalnya diet diabetes tanpa menikmati makanan mengandung gula sama sekali. Padahal, selama jumlahnya dibatasi, makanan manis pun masih bisa dinikmati.
Seorang penyandang diabetes tentu perlu memperhatikan gaya hidupnya. Hal ini bertujuan agar penyakit tersebut bisa segera diatasi dan dipulihkan. Mencari banyak informasi mengenai penyakit yang diderita tentu sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan, terutama saat proses penyembuhan.
Tanpa disadari, banyak orang yang terjebak pada mitos-mitos tentang penyakit diabetes yang berkembang di masyarakat. Agar Anda bisa mengetahui fakta ketimbang mitos, berikut ini adalah 5 mitos penyakit diabetes yang perlu diketahui.
1. Pengobatan atau Metode Alternatif Mampu Mengatasi Diabetes
Kini, marak sekali pengobatan maupun metode alternatif yang diiklankan baik di televisi maupun media massa lainnya. Tapi sayangnya, belum ada bukti ilmiah terkait aman atau tidaknya cara ini dalam menyembuhkan diabetes. Agar Anda tidak termakan janji manis iklan pengobatan alternatif, alangkah baiknya untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter sebelum hendak mencobanya.
2. Sepotong Kue Berakibat Fatal bagi Penyandang Diabetes
Saat tubuh terkena penyakit ini tentunya diet diabetes perlu dijalani, salah satunya adalah dengan banyak menghindari makanan dengan kandungan gula. Namun, bukan berarti makanan dengan kandungan gula sama sekali tidak dapat dinikmati. Seiring dengan pesatnya kemajuan bidang kedokteran, maka diketahui pula bahwa makanan dengan kandungan gula yang sedikit tidak akan berakibat fatal bagi penyandang diabetes. Oleh karena itu, kue dengan kandungan gula yang sedikit atau dibatasi dalam pengolahannya, masih bisa dinikmati.
3. Olah Raga Tidak Baik untuk Diabetes
Pernyataan tersebut tidaklah benar, karena justru para penyandang diabetes dianjurkan untuk berolah raga. Aktivitas fisik ini merupakan contoh perawatan bagi para penyandang diabetes. Namun bila sang penyandang memiliki komplikasi seperti neuropati berat atau pendarahan di mata, maka harus lebih berhati-hati atau dihentikan. Bila sang penyandang berusia lebih dari 40 tahun dan jarang sekali berolah raga, maka ada baiknya untuk mendiskusikan aktivitas ini dengan dokter terlebih dahulu.
4. Penyakit Diabetes Adalah Penyakit Keturunan
Diabetes tipe 2 memang penyakit keturunan, namun diabetes tipe ini belum tentu menjangkit seluruh anggota keluarga. Hal ini bergantung pada di antaranya aktivitas yang dijalani ataupun berat badan. Oleh karena itu, gaya hidup yang sehat akan mengurangi risiko terkena kedua tipe penyakit diabetes tersebut.
5. Penyakit Diabetes Menurunkan Selera Humor
Menderita suatu penyakit tentunya akan membuat diri merasa sedih. Namun, bila Anda bisa menerima keadaan dan tetap bersemangat untuk menyembuhkannya, tentunya rasa humor pun akan kembali. Selera humor akan membuat Anda mudah tertawa dimana hal ini bisa membuat hari-hari terasa lebih menyenangkan.
Sumber:
Hidup secara mandiri dengan diabetes melitus, kencing manis, sakit gula. Prof. DR. Sidartawan Soegondo, dr.SpPD, K-EMD, F.A.C.E & Kartini Sukardji MCH
http://www.diabetes.org/diabetes-basics/diabetes-myths/
Mari Tertawa Lepas untuk Hidup yang Lebih Sehat
Tertawa adalah obat yang menyenangkan untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat. Selain dapat menghilangkan stres, tertawa juga merupakan salah satu cara menurunkan kadar gula darah terutama bagi para penyandang diabetes.
Mari Tertawa Lepas untuk Hidup yang Lebih Sehat
Hidup sehat tentu merupakan salah satu hal utama yang diinginkan setiap individu. Terdapat banyak cara untuk mendapatkannya, dan satu di antaranya ialah hal yang mungkin tak Anda sangka, yaitu tertawa lepas.
Tertawa dapat menghilangkan stres dan bahkan membuat otot-otot yang tegang menjadi rileks hingga 45 menit lamanya. Di samping itu, tubuh Anda akan lebih banyak memproduksi sel-sel imun sehingga mampu melawan segala macam infeksi dan penyakit. Semakin banyak tertawa maka tubuh pun mengeluarkan lebih banyak zat kimia yang bisa membuat Anda merasa bahagia dan mengurangi rasa sakit, yaitu endhorphins.
Bahkan, sebuah studi telah dilakukan pada 19 orang penyandang diabetes untuk mengetahui efek tertawa terhadap gula darah. Hasilnya mengejutkan yaitu kadar gula darah mereka menurun setelah menonton film dengan genre komedi. Maka dari itu, tertawa bisa menjadi ‘obat’ yang menyenangkan sebagai salah satu cara menurunkan kadar gula darah. Tak hanya itu, para peneliti dari University of Maryland membandingkan efek film yang bisa membuat orang tertawa tersebut dengan film drama terhadap peredaran darah. Para peneliti tersebut menemukan bahwa baik komedian maupun penonton dari film atau pertunjukan komedi memiliki aliran darah yang lancar pada pembuluh darahnnya. Sedangkan penonton film drama memiliki pembuluh darah yang tegang sehingga aliran darah pun tidak lancar.
Tahukah Anda? tertawa ternyata mudah sekali menular lebih dari bersin ataupun batuk. Tapi tentunya efek yang didapat adalah kesehatan fisik maupun mental. Selain Anda merasa lebih bahagia serta stres pun hilang, suasana pun akan terasa lebih meriah dan lebih dekat dengan orang-orang yang sedang berkumpul dan tertawa berasama Anda. Maka, tertawa bersama orang lain terutama orang-orang terdekat Anda akan lebih terasa manfaatnya.
Hal ini pun akan mendorong tubuh Anda menghasilkan energi lebih banyak, maka tubuh jauh lebih sehat sekaligus bugar. Selain itu, aktivitas yang menyenangkan ini mampu mencegah penyakit jantung, mengatasi rasa cemas yang berlebihan, dan menghilangkan rasa takut. Anda bisa mengajak orang-orang terdekat untuk menonton film komedi, berbagi cerita lucu, atau sekadar melakukan hal-hal konyol agar bisa tertawa lepas. Nah, apakah Anda sudah tertawa lepas hari ini?
Sumber:
Diabetes di usia muda. holistic health solution. hal 78-80
http://www.helpguide.org/life/humor_laughter_health.htm
http://www.webmd.com/balance/features/give-your-body-boost-with-laughter
5 Jurus Atasi Insomnia
Ketika orang lain sudah berkelana di alam mimpi, penderita insomnia masih berjuang keras untuk bisa memejamkan mata. Anda salah seorang di antaranya?
5 Jurus Atasi Insomnia
Ketika orang lain sudah berkelana di alam mimpi, penderita insomnia masih berjuang keras untuk bisa memejamkan mata. Anda salah seorang di antaranya?
Susah tidur atau yang kerap disebut dengan istilah insomnia tentunya bukan kondisi yang nyaman bagi siapa pun. Jangankan bisa beristirahat sepanjang malam, untuk bisa memicingkan mata barang beberapa menit saja sudah merupakan suatu anugerah yang tak ternilai harganya. Untuk menghindari kesehatan Anda terganggu karena insomnia, cobalah mengatasinya dengan melakukan 5 langkah berikut:
1. Kendalikan Stres
Ketika Anda terserang stres atau mengalami kecemasan, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dan adrenalin yang berperan membuat tubuh selalu dalam keadaan awas. Biasanya, konsentrasi hormon kortisol dan adrenalin ini akan kembali pada level normal begitu kondisi yang menyebabkan kecemasan tadi sudah berlalu. Tetapi tidak demikian halnya pada penderita insomnia dan mereka yang mengalami stres berkepanjangan. Untuk mengendalikan keseimbangan kedua hormon ini, cobalah mengelola stres secara benar dengan cara melakukan latihan pernapasan, minum air putih, dan menanamkan pikiran positif.
2. Terapkan Pola Makan Sehat
Hindari konsumsi kafein dan gula terlalu banyak karena kedua zat tersebut mampu meningkatkan level hormon kortisol di dalam tubuh. Karenanya, batasi asupan kopi, teh, cokelat, dan soda karena kandungan kafein dan gula di dalamnya bisa membuat Anda semakin sulit untuk memejamkan mata. Jika ingin menyantap makanan manis, lakukanlah sebelum sore hari agar waktu istirahat Anda di malam hari tidak terganggu karenanya.
3. Ciptakan Rutinitas Tidur
Tubuh dan pikiran kita pada umumnya cepat beradaptasi terhadap rutinitas yang dilakukan setiap hari. Karenanya, ciptakanlah rutinitas menjelang tidur yang sama agar tubuh Anda bisa mempersiapkan dirinya untuk beristirahat. Menjelang waktu tidur, matikanlah suara televisi, ponsel, dan radio yang bising. Setelah menyikat gigi dan membersihkan diri, redupkan lampu dan gantilah baju Anda dengan pakaian tidur. Lakukan hal yang sama setiap hari agar tubuh dan pikiran Anda bisa lekas menyesuaikan diri dengan rutinitas tersebut.
4. Olahraga Rutin
Rutin berolahraga merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi stres dan menyeimbangkan komposisi hormon di dalam tubuh. Olahraga juga bisa membuat tubuh melepaskan hormon endorfin yang mendatangkan perasaan rileks. Dalam kondisi rileks, tubuh akan lebih mudah merasa mengantuk dan segera merespon kebutuhan untuk beristirahat. Sebuah penelitian yang dilakukan di Oregon State University, Amerika, menyatakan bahwa olahraga sebanyak 150 menit per minggu dapat memperbaiki kualitas tidur hingga 65%,
5. Konsumsi Makanan Pereda Stres
Beberapa jenis makanan telah terbukti ampuh digunakan secara turun-temurun untuk mengatasi kondisi sulit tidur. Segelas susu hangat mengandung asam amino bernama triptofan yang mampu mendatangkan perasaan nyaman. Jenis makanan lain yang juga mengandung triptofan adalah pisang, telur, dan kurma. Konsumsi kacang-kacangan—seperti kedelai yang mengandung asam lemak Omega-3 juga bisa membantu Anda mengatasi insomnia. Angie Jefferson, pakar nutrisi dari Berkshire, Inggris, menyatakan bahwa sejumlah penelitian telah membuktikan manfaat asupan asam lemak Omega-3 untuk meredakan stres dan depresi yang menjadi salah satu penyebab kondisi insomnia.
Sudah siap mencoba kelima langkah di atas? Kenakan piyama dan selamat bermimpi indah malam ini.
Sumber:
http://www.huffingtonpost.com/maura-henninger-nd/sleep-tips_b_1872568.html
http://www.guardian.co.uk/lifeandstyle/2012/nov/04/how-to-beat-insomnia
Langsing & Sehat dengan Sarapan
Langsing & Sehat dengan Sarapan
Diet Sehat Untuk Si Sibuk
Diet Sehat Untuk Si Sibuk
Langsing Kilat Tanpa Diet Ketat
Ingin punya tubuh langsing dalam waktu singkat tanpa perlu olahraga berat dan menerapkan diet ketat? Baca dulu yang satu ini!
Langsing Kilat Tanpa Diet Ketat
Ingin punya tubuh langsing dalam waktu singkat tanpa perlu olahraga berat dan menerapkan diet ketat? Baca dulu yang satu ini!
Punya tubuh langsing ideal memang dambaan setiap orang. Selain lebih sehat dan lebih bersahabat dengan penampilan, berat badan ideal juga bisa membuat diri kita lebih lincah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk mendapatkan berat badan ideal pun ternyata tak sesulit yang dibayangkan, meski tidak juga semudah membalik telapak tangan. Cukup dengan mengubah beberapa kebiasaan sehari-hari seperti yang disebutkan di bawah ini, dan berat badan ideal pun tak lama lagi akan menjadi milik Anda.
Jangan Makan di Depan Televisi
Banyak orang tidak menyadari bahwa menyantap camilan di depan televisi adalah kebisaan yang amat potensial untuk mengakibatkan kegemukan. Pasalnya, makan sembari melakukan sesuatu yang lain (menonton televisi) bisa membuat Anda kehilangan kontrol atas jumlah kalori yang dikonsumsi. Sekantong keripik kentang dan sekaleng biskuit bisa habis “disikat” sambil menonton film kartun yang hanya berdurasi 30 menit. Karenanya, simpanlah camilan di dalam lemari makan dan jadikan sofa di depan televisi sebagai “area bebas makanan” sehingga Anda tidak lagi tergoda untuk ngemil sambil nonton. Tips: sebagai pengganti camilan, ambillah sepatu olahraga untuk menemani Anda menonton televisi. Jika “lupa diri” di kala ngemil bisa membuat Anda gemuk, maka “lupa diri” kala berolahraga di depan televisi bisa membuat Anda langsing!
Makan Dalam Porsi Kecil
Ingin punya berat badan ideal? Mulai sekarang, pangkaslah porsi makanan Anda menjadi setengahnya. Jangan lupa, lakukan secara bertahap sehingga tubuh Anda tidak kaget karenanya. Bukan hanya baik untuk menurunkan berat badan, kebiasaan menyantap makanan dalam porsi kecil juga baik untuk para penyandang diabetes, karena tidak mengakibatkan kadar gula darah meningkat secara drastis. Tips: alih-alih menggunakan piring makan besar, mulai sekarang gunakanlah piring berdiameter lebih kecil dan sendok yang lebih sempit ketika mengambil makanan. Penelitian yang dilakukan di Cornell University, Amerika, menunjukkan bahwa ukuran peralatan makan yang digunakan bisa mempengaruhi porsi makanan yang Anda santap.
Kunyah Lebih Lama
Sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa mereka yang mengunyah makanan sebanyak 40 kali bisa mengurangi porsi makan hingga 12% lebih sedikit dibandingkan orang lain yang hanya mengunyah makanan 15 kali sebelum menelannya. Menurut Catherine Collins, pakar diet dari St. George Hospital, London, mengunyah makanan lebih lama akan membuat seseorang betul-betul menyadari rasa, aroma, serta tekstur makanan yang disantap, sehingga dia juga menyadari seberapa besar porsi yang dimakannya. Mengunyah lebih lama juga akan memicu produksi hormon yang dapat mengirimkan sinyal kepada otak bahwa tubuh kita sudah kenyang. Tips: biasakan mengunyah makanan antara 30-40 kali sebelum ditelan. Meski pada awalnya Anda harus rajin menghitung, tapi lama-kelamaan hal ini akan menjadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari.
Perbanyak Aktivitas Fisik
Membakar kalori tidak harus dilakukan di pusat kebugaran atau dalam waktu-waktu khusus yang Anda sediakan untuk berolahraga. Anda bisa memanfaatkan kegiatan sehari-hari untuk membantu tubuh mendapatkan berat ideal. Caranya adalah dengan mengambil kesempatan sebanyak mungkin untuk melakukan aktivitas fisik, mulai dari berjalan kaki menuju tempat parkir, memilih tangga dibandingkan elevator, membersihkan rumah tanpa bantuan “si mbak”, mengajak jalan-jalan hewan peliharaan, dan sebagainya. Kuncinya adalah, semakin banyak Anda menggerakkan badan, maka akan semakin banyak pula kalori yang bisa dibakar oleh tubuh. Tips: sesekali, berikan waktu libur untuk asisten rumah tangga Anda dan kerjakanlah sendiri semua tugasnya di rumah. Dijamin, aktivitas seperti mencuci mobil, mengepel lantai, dan menyetrika pakaian akan membuat tubuh Anda berkeringat dan bugar seperti ketika baru saja keluar dari kelas pilates.
Sumber:
http://life.nationalpost.com/2013/04/03/a-case-for-the-dinner-table-eating-in-front-of-the-tv-computer-one-of-the-quickest-ways-to-pack-on-the-pounds/
http://weightloss.about.com/od/healthyeatingnews/a/icecreamstudy.htm
http://www.dailymail.co.uk/health/article-2020403/Chew-mouthful-food-40-TIMES-help-lose-weight.html
SOYJOY
@soyjoyid

















SOYJOY terbuat sepenuhnya dari kedelai sehingga SOYJOY mengandung isoflavon. Isoflavon sering disebut sebagai fitoestrogen, dan mempunyai kemampuan sebagai antioksian.





