Artikel

Gula Karbohidrat Tak Baik untuk Diabetes?

Gula Karbohidrat Tak Baik untuk Diabetes?

Anda tentunya sering mendengar makanan karbohidrat, namun sebenarnya apakah Anda sendiri tahu apakah itu karbohidrat? Gula termasuk dalam kumpulan karbohidrat itu sendiri, maka dari itulah karbohidrat merupakan sumber energi yang paling baik.

Namun nyatanya, sering sekali gula dianggap berbahaya bagi penyandang diabetes. Padahal gula merupakan sumber yang diutamakan oleh bahan bakar tubuh yang menjadi kekuatan untuk otak, energi untuk otot, juga dalam setiap proses alami yang terjadi di setiap sel yang berfungsi. Sebenarnya tidak semua karbohidrat harus dihindari penyandang diabetes, karena karbohidrat dibagi menjadi dua, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana seperti pada kentang, pasta dan roti. Sementara, karbohidrat kompleks terdiri dari lebih dari 3 molekul yang disebut polisakarida, seperti sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Karbohidrat sederhana dan kompleks ternyata dibedakan dari seberapa lama waktu karbohidrat dicerna dan diserap oleh tubuh Anda. Dengan adanya 2 molekul pada karbohidrat yang membuat struktur kimia menjadi lebih sederhana sehingga membuat makanan cepat diserap dan menaikan gula darah dengan cepat, namun hanya beberapa saat setelah mengonsumsinya. Lain halnya dengan karbohidrat kompleks yang memiliki 3 molekul yang bisa membuat struktur pada karbohidrat kompleks ini rumit, sehingga membutuhkan waktu untuk mencerna dan membuat kenaikan gula darah perlahan naik.

Tapi karbohidrat jenis manakah yang aman bagi penyandang diabetes?

Bagi penyandang diabetes mengonsumsi karbohidrat sangat berpengaruh pada kadar gula darah turun yang menyebabkan Anda merasakan lapar berlebih. Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks inilah, kadar gula darah dalam tubuh Anda akan naik secara perlahan dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Tentunya Anda kini akan merasa lebih aman untuk mengatur kadar gula darah pada karbohidrat kompleks dengan mengabil serat dan protein pada kacang kedelai dan olahan kedelai seperti tahu, tempe dan satu bar SOYJOY Peanut sebagai cemilan Anda.

 

Source: www.nutritionmd.org

Gemuk Awal Dari Diabetes?

Memiliki tubuh yang gemuk memang disebabkan karena lemak dalam tubuh berlebihan. Penumpukan lemak dalam tubuh juga diakibatkan oleh asupan kalori di luar batasan. kalau sebelumnya yang kalian tahu ciri dari diabetes adalah badan semakin kurus, ternyata mempunyai berat badan yang gemuk sering dikaitkan dengan diabetes.

Apakah badan gemuk pasti terkena diabetes?

Kelebihan berat badan sangat terkait dengan perkembangan diabetes tipe 2, tetapi tidak semua orang yang menyandang diabetes tipe 2 memiliki berat badan berlebih. Kalau kelebihan berat badan Anda dikarenakan terlalu banyak makan berat seperti pasta, kentang, roti dan donat bisa membuat makanan yang masuk kedalam tubuh akan mengubah gula darah menjadi insulin. Kalau saja Anda mengonsumsi makanan yang membuat kinerja insulin berat maka gula darah tidak akan stabil dan menyebabkan Anda akan merasa lapar terus menerus dan menyebabkan obesitas sehingga Anda bisa berisiko diabetes tipe 2.

Sekedar info bahwa diabetes memiliki 3 tipe :

  1. Diabetes tipe 1 yang disebabkan keturunan dan kerusakan pankreas yg memproduksi insulin tubuh.
  2. Diabetes tipe 2 yang disebabkan salahnya pola hidup.
  3. Diabetes Gestasional dimana diabetes yang terjadi di saat hamil.

Jika, Anda sudah terkena diabetes tipe 2, maka bisa menjalar ke penyakit yang lebih serius seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, hingga kerusakan saraf. Sebaiknya Anda cegah sebelum diabetes terjadi dalam tubuh Anda, caranya dengan mengikuti Diabetes Coaching Program untuk mengetahui diabetes lebih dalam dan apa saja pencegahan risiko diabetes.

SOYJOY Lovers bisa mengikuti program dari Diabetes Inisiatif Indonesia, Meet Doctor dan aplikasi Dokter Dibetes akan memberikan kemudahan untuk Anda penyandang diabetes atau pre-diabetes. Dalam program ini, kalian akan mendapatkan pelatihan mengenai diabetes bersama dokter umum dan dokter spesialis diabetes melalui Live Chat pada fitur aplikasi Dokter Diabetes.

 

Source: www.livestrong.com

Cepat Pikun? Gula Darahlah Penyebabnya

Cepat Pikun? Gula Darahlah Penyebabnya

Kadar gula darah yang tinggi selama ini telah diketahui berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Gula darah tinggi juga bisa menganggu kesehatan jantung, mata, ginjal, serta syaraf. Tapi ternyata sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa kadar gula darah yang tinggi juga menyebabkan masalah demensia alias pikun.

“Kadar gula darah tinggi yang tak terkontrol bisa meningkatkan resiko demensia atau pikun hingga 75%.”

Peneliti dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa kadar gula darah tinggi bisa merusak aliran darah ke otak serta mempengaruhi kemampuan otak. Bila terjadi dalam jangka waktu lama, maka kadar gula darah tinggi yang tak terkontrol bisa meningkatkan resiko demensia atau pikun hingga 75%. Hal ini terjadi karena orang dengan gula darah yang tinggi akan mengalami kerusakan pada pembuluh darahnya, sehingga pembuluh darah otaknya tak dapat mengembang dan berkontraksi untuk beradaptasi dengan beban pekerjaan mental. Spekulasi lain juga menyebutkan bahwa orang dengan kadar gula darah tinggi menjadi tidak peka terhadap insulin, sehingga mempengaruhi kerja sel otak.

Semakin banyak alasan untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh, kan? Karena itu, pola makan sehat tanpa gula tambahan adalah jalan yang terbaik. The American Heart Association menyarankan bahwa batas asupan gula harian menurut WHO gula tambahan dalam menu sehari-hari tidak boleh lebih dari 5% dari kebutuhan energi harian, yaitu sebesar 100 kkal atau 25 gram gula yang setara dengan 3¼ sendok makan. Untuk cemilan, SOYJOY yang dibuat tanpa pemanis buatan dan memiliki protein serta serat dari kacang kedelai sangat membantu gula darah di dalam tubuh Anda menjadi lebih stabil. Karena kadar gula dalam darah tidak hanya dipengaruhi oleh makanan yang Anda makan, tapi juga oleh metabolisme dan kemampuan tubuh untuk memproses makanan menjadi glukosa. Karena itulah, untuk menjaga kestabilan gula darah dalam tubuh, SOYJOY Lovers jangan hanya berhenti di pola makan sehat. Olahraga teratur dengan intensitas sedang seperti berjalan selama setidaknya 150 menit per minggu juga membantu menurunkan kadar gula darah. Berjalan singkat sehabis makan juga boleh dilakukan, lho.

Pola makan sehat lengkap dengan gaya hidup sehat dan aktif membantu Anda menjaga kesehatan dan daya ingat Anda. Punya tubuh sehat dan daya ingat yang tajam hingga masa tua, siapa yang tidak mau?

 

Sumber:

http://www.medicalnewstoday.com/

Resep Sehat SOYJOY
Resep Sehat

SOYJOY

Soyjoy Apple Cinnamon Dessert

Casual           

Soyjoy Apple Cinnamon Dessert

Soyjoy Banana Ice Cream

Casual     2      10

Soyjoy Banana Ice Cream

SOYJOY Purple Lemonade

Casual     2     30

SOYJOY Purple Lemonade

Follow Our  @soyjoyid
Follow Our

 @soyjoyid