by gl75FKPUUayArC | May 27, 2013 | Uncategorized
Gaya hidup yang serba cepat di mana waktu sehari-hari dihabiskan dengan bekerja membuat banyak orang sulit menjaga pola makan sehat. Bagaimana bisa menjalankan pola makan sehat jika tidak sempat menyiapkan makanan sehat di rumah? Solusi yang sering diambil adalah makanan cepat saji alias fast food yang rendah gizi dan tinggi lemak. Fast food pun akhirnya berubah menjadi junk food alias makanan sampah yang alih-alih memberikan manfaat bagi tubuh, tapi justru membahayakan tubuh.
Soft drink atau minuman bersoda yang sering ditemukan untuk menemani makanan cepat saji dikenal mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Gula sintetis yang terkandung dalam minuman bersoda akan mengganggu kerja pankreas, sehingga mengganggu produksi hormon insulin. Hal inilah yang memicu masalah diabetes tipe 2 yang menurut Dr. Abdul Haris Tri Prasetyo, dokter dari RS Pusat Pertamina dalam Koran Jakarta 15 Mei 2011, semakin banyak terjadi di kota besar.
Selain kandungan gula yang tinggi, junk food biasanya juga mengandung kadar protein dan lemak yang jauh di atas rata-rata kebutuhan protein dan lemak harian. Karena itulah, bahaya junk food lain selain sebagai penyebab diabetes juga bisa meningkatkan kolesterol dan timbunan lemak. Artinya, risiko penyakit jantung pun meningkat.
Berbagai nutrisi yang baik bagi kesehatan dan membantu menjaga kadar kolesterol tidak terdapat dalam junk food. Pola makan sehat dan seimbang yang kaya serat, vitamin, dan mineral jelas lebih baik untuk kesehatan, apalagi kalau dilengkapi dengan olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Kebiasaan lain yang sangat positif adalah kebiasaan sarapan setiap hari. Tahukah Anda? Selain membantu menjaga kadar insulin sepanjang hari, sarapan sehat juga membantu mencegah Anda merasa lapar berlebihan sepanjang hari. Dengan begitu, makan berlebihan pun bisa dicegah.
Memulai kembali pola makan sehat mungkin memang sulit, apalagi bagi Anda yang tidak punya banyak waktu dan sudah terbiasa menikmati makanan cepat saji. Tapi, mengubah kebiasaan sedikit demi sedikit akan memberikan hasil yang bermanfaat, misalnya meluangkan waktu untuk sarapan adalah langkah yang baik untuk hari yang sehat. Sarapan sehat pun tidak harus rumit. Olahan kedelai seperti kue kedelai dengan jus buah pun sudah menjadi awal yang baik bagi Anda. Selain itu, menyiapkan makanan sehat di rumah dengan sayuran dan buah adalah langkah selanjutnya. Kalau Anda benar-benar tidak punya waktu dan terpaksa membeli makanan, pilihlah makanan yang lebih sehat daripada junk food.
Mengubah kebiasaan secara perlahan pastinya akan memberikan hasil yang besar. Setelah Anda terbiasa dengan pola makan yang sehat, bahaya junk food pun bisa Anda hindari dengan lebih mudah.
Sumber:
Diabetes di Usia Muda – Holistic Health Solution
by gl75FKPUUayArC | May 7, 2013 | Uncategorized
Junk food, makanan cepat saji yang mudah didapat dengan rasa lezatnya memang membuat para penikmatnya semakin ketagihan. Apakah Anda adalah salah satunya? Bila iya, ada baiknya segera membatasi asupan makanan cepat saji ini.
Di balik kemasannya yang menggoda, sebenarnya ada bahaya junk food yang mengintai, yaitu penyakit Diabetes tipe 2. Kandungan lemak, karbohidrat, dan gulanya yang tinggi akan menggangu fungsi insulin. Jika insulin terganggu, kadar gula darah sulit diseimbangkan, sehingga tubuh pun terjangkit penyakit tersebut. Efek negatif lainnya datang dari kandungan sodium yang terlampau tinggi. Bila dikonsumsi terus-menerus maka akan mengganggu organ jantung dan menaikkan tekanan darah. Bila Anda memesan french fries berukuran besar maka Anda akan mendapatkan 30% kadar sodium dari kebutuhan tubuh yang seharusnya. Sekalipun Anda memesan makanan ini dalam porsi yang sedikit, penyakit jantung dan darah tinggi tetap semakin berisiko bagi tubuh.
Jika Anda sedang menjalani program diet, junk food adalah salah satu sajian yang harus dihindari. Kandungan lemak dan kalori di dalamnya yang begitu tinggi justru akan membuat berat tubuh Anda semakin bertambah. Lemak dan kalori yang berlebihan pada makanan akan meningkatkan risiko obesitas. Walaupun Anda hanya memesan sesekali ataupun dalam porsi kecil, makanan ini tetap tak baik untuk kesehatan terutama bagi Anda yang mengidamkan tubuh langsing.
Makanan ini pun meningkatkan risiko terkena Diabetes tipe 3. Menurut Dr. Abdul Haris Tri Prasetyo dari Rumah Sakit Pertamina Jakarta mengatakan bahwa saat pankreas bekerja lebih keras atau ekstra, organ ini seolah-olah seperti logam yang digesek. Banyaknya gesekan akan menyebabkan aus dan menganggu kinerjanya. Maka, jumlah insulin akan “seret” atau sedikit sekali sehingga menyebabkan kadar glukosa yang tidak terkendali. Inilah yang memicu penyakit diabetes tipe 3 atau “diabetes tipe lain”. Pada diabetes tipe 3, plak akan bermunculan di otak sehingga bisa menyebabkan hilangnya ingatan.
Bahaya Junk Food bisa menyerang siapapun tak peduli berapa usianya. Hamburger, chicken nugget, pizza adalah beberapa varian makanan cepat saji yang tentunya tak asing lagi bagi Anda. Sebuah studi menunjukan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan makanan ini membuat ketagihan. Ternyata yang hal mengejutkan yang ditemukan oleh para peneliti adalah nilai gizi buruk seperti tingginya kalori, lemak, gula, dan sangat rendahnya kandungan serat. Itulah beberapa dampak negatif dari makanan cepat saji yang menggoda ini. Apakah Anda masih tertarik untuk mengonsumsinya?
Sumber:
Diabetes di Usia Muda. Holistic Health Solution. (Hal 102)
http://www.livestrong.com/article/497521-facts-about-the-dangers-of-eating-fast-food/
http://www.webmd.com/diet/features/junk-food-facts