Artikel

Pikun Termasuk Komplikasi Diabetes? Benarkah?

Pikun Termasuk Komplikasi Diabetes? Benarkah?

Saat bertambah tua, daya ingat memang semakin menurun. Tapi faktor usia bukan satu-satunya hal yang menyebabkan hilangnya daya ingat dan memori. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki resiko pikun yang lebih besar dibandingkan orang lain berusia sama yang tidak menderita diabetes.

Hal ini dikonfirmasi oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology. Subjek penelitian ini adalah 40 orang dengan rata-rata usia 66 tahun. 21 orang di antaranya adalah penderita diabetes tipe 2 yang telah mengidap diabetes selama lebih dari 5 tahun, sedangkan 19 orang lainnya adalah bukan penderita diabetes. Para subjek penelitian ini menjalani sejumlah tes untuk memeriksa fungsi memori dan kognitif sebanyak 2 kali, yaitu di awal penelitian dan 2 tahun sesudahnya. Hasil tes menunjukkan bahwa partisipan penelitian dengan penurunan daya ingat yang terburuk adalah mereka yang mengalami gangguan peredaran darah serta peradangan pada otak sebagai dampak dari diabetes.

“Sirkulasi darah pada penderita diabetes biasanya terganggu. Akibatnya, penyandang diabetes mengalami stroke-stroke kecil yang mengakibatkan gangguan ingatan dan sulit berpikir.”

Hubungan antara penurunan daya ingat dengan diabetes ini juga dijelaskan oleh Gary Small, profesor psikiatri dari UCLA Semel Institute, Amerika Serikat. Menurut beliau, sirkulasi darah pada penderita diabetes biasanya terganggu. Akibatnya, penderita diabetes mengalami ingatan yang kurang fokus dan sulit berpikir. Selain itu, penderita diabetes juga umumnya mengalami masalah dalam mendistribusikan gula ke sel otak. Padahal otak membutuhkan gula sebagai energi untuk meningkatkan memori.

Faktor penyebab masalah hilangnya daya ingat pada penderita diabetes juga disebutkan oleh Dr. Gail Muslen dari Joslin Diabetes Center di Amerika Serikat. Menurutnya, salah satu dampak diabetes adalah penuaan dini. Itulah sebabnya penderita diabetes mengalami penurunan daya ingat yang lebih cepat dibandingkan orang lain yang tidak menderita diabetes.

Lalu apa yang perlu dilakukan untuk menjaga daya ingat dan fungsi otak penderita diabetes? Menurut Dr. Vera Novak dari Harvard Medical School, Amerika Serikat, deteksi dini diabetes membantu penanganan diabetes secara tepat sesegera mungkin. Gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan sehat serta rutin berolahraga yang membantu penderita diabetes menjaga stabilnya kadar gula dalam darah juga akan membantu mengurangi resiko pikun.

Faktor Penyebab Gemuk yang Sering Tidak Disadari

Faktor Penyebab Gemuk yang Sering Tidak Disadari

Penyebab kegemukan dan obesitas yang paling umum diketahui banyak orang adalah konsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan yang disertai dengan kurang olahraga. Ketika energi yang masuk ke dalam tubuh berupa makanan jauh lebih besar dari energi yang dibakar melalui olahraga dan aktivitas sehari-hari, maka berat badan pun akan membentuk lemak yang menumpuk pada tubuh. Kalau berlangsung terus menerus, maka masalah kegemukan dan obesitas pun bisa terjadi.

Tapi selain 2 penyebab tersebut, masih ada beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab kegemukan dan obesitas, di antaranya:

1. Faktor keturunan
Masalah kegemukan dan obesitas bisa disebabkan oleh faktor genetis. Resiko kegemukan akan lebih besar pada orang dengan orang tua yang mengalami kegemukan atau obesitas. Hal ini terjadi karena gen seseorang mempengaruhi jumlah lemak yang disimpan tubuh serta bagian tubuh yang cenderung menjadi tempat penyimpanan lemak.

2. Masalah kesehatan
Beberapa masalah pada hormon bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas, misalnya masalah hipotiroid yang memperlambat metabolisme tubuh, sindrom Cushing, dll.

3. Konsumsi obat tertentu
Beberapa jenis obat tertentu bisa menyebabkan pertambahan berat badan, di antaranya adalah beberapa macam obat anti depresi, corticosteroid, dan obat kejang. Jenis-jenis obat tersebut menyebabkan kenaikan berat badan karena memperlambat kerja tubuh dalam membakar kalori, meningkatkan nafsu makan, atau menyebabkan tubuh untuk menahan lebih banyak air.

4. Faktor emosional
Tidak sedikit orang yang beralih ke makanan ketika merasa bosan, marah atau stres. Itu sebabnya faktor emosi menjadi salah satu penyebab makan berlebihan yang berujung pada masalah kegemukan dan obesitas, dimana hormon kortisol (hormon stress) yang keluar saat tubuh sedang stress, dapat menghambat proses metabolisme tubuh. Hal ini lah yang menyebabkan tubuh lebih cepat gemuk.

5. Usia
Seiring dengan bertambahnya usia, otot pada tubuh juga akan berkurang, terutama bila Anda memiliki gaya hidup yang kurang aktif, serta makin tua usianya, makin lambat tubuh untuk bermetabolisme. Maka dari itu pembakaran kalori tubuh pun makin lambat.

6. Kurang tidur
Kurang tidur meningkatkan resiko obesitas, karena orang yang kurang tidur cenderung mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori. Akibatnya, resiko kegemukan dan obesitas pun bertambah, Selain itu, tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon yang membuat Anda merasa lapar dan kenyang. Ketika Anda kurang tidur, hormon ghrelin yang membuat Anda merasa lapar akan bertambah, sehingga Anda akan merasa lebih lapar.

Memperhatikan asupan makanan serta rutin berolahraga memang jadi cara terbaik untuk menjaga berat badan sehat. Tapi coba perhatikan juga, apakah salah satu faktor di atas jadi salah satu penyebab masalah berat badan yang Anda miliki?

 

 

Sumber: www.nhlbi.nih.gov

Bahaya Gula Darah Tak Terkontrol Sebabkan Demensia

Bahaya Gula Darah Tak Terkontrol Sebabkan Demensia

Bila tidak ditangani dengan baik, diabetes memang meningkatkan resiko berbagai komplikasi kesehatan pada penyandang diabetes, misalnya kebutaan, penyakit ginjal, penyakit jantung, stroke, kerusakan syaraf, dll. Masalah kesehatan lain yang bisa terjadi sebagai dampak dari diabetes adalah berkurangnya daya ingat, atau bahkan demensia.

Sebuah penelitian dalam jurnal Archives of Neurology menemukan hubungan antara diabetes dengan demensia, dengan gejala di antaranya adalah:

1. Tak mampu mengingat momen penting dalam hidup
2. Lupa terhadap hal yang baru dilakukan
3. Lupa letak atau posisi benda-benda rumah tangga di rumah Anda
4. Lupa nama orang yang dekat dengan Anda

Hubungan antara diabetes dengan berkurangnya kemampuan kognitif ditemukan dalam sebuah penelitian oleh Harvard Medical School. Hal ini disebabkan karena penyandang diabetes tipe 2 cenderung mengalami gangguan pada peredaran darahnya. Pada orang yang tidak menderita diabetes, darah akan dialirkan pada area otak yang mengalami peningkatan aktivitas saat Anda sedang melakukan hal tertentu. Tapi karena adanya gangguan peredaran darah, maka distribusi darah ke otak penyandang diabetes menjadi terganggu, Itulah sebabnya diabetes dan kadar gula tinggi dalam darah bisa mengganggu kemampuan kognitif serta menurunkan kemampuan pengambilan keputusan.

Selain itu, diabetes meningkatkan resiko masalah daya ingat karena kadar glukosa yang tinggi dalam darah bisa mengurangi kinerja syaraf, termasuk syaraf pada otak. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa diabetes dalam jangka panjang bisa menyebabkan ukuran otak mengecil, termasuk area hippocampus yang memiliki peran penting bagi penyimpanan memori jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini terjadi karena kadar gula dalam darah terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam jangka waktu yang lama, sehingga kerja area hippocampus pada otak menjadi terganggu. Dan bila bagian hippocampus dalam otak mengecil, Anda akan mengalami gangguan konsentrasi, kehilangan kemampuan memproses informasi, bahkan mengalami gangguan ingatan jangka panjang dan pendek.

Pola makan sehat, olahraga teratur, serta manajemen stres merupakan cara yang disarankan untuk mencegah masalah gangguan daya ingat pada penyandang diabetes. Selain itu, masih diperlukan pula adanya penelitian yang lebih mendalam dan menyeluruh untuk memperjelas hubungan antara diabetes dan masalah gangguan daya ingat.

 

 

 

Sumber:
www.diabetes.co.uk

Resep Sehat SOYJOY
Resep Sehat

SOYJOY

Soyjoy Apple Cinnamon Dessert

Casual           

Soyjoy Apple Cinnamon Dessert

Soyjoy Banana Ice Cream

Casual     2      10

Soyjoy Banana Ice Cream

SOYJOY Purple Lemonade

Casual     2     30

SOYJOY Purple Lemonade

Follow Our  @soyjoyid
Follow Our

 @soyjoyid