Pertanyaan pertama: Sudah cukup sehatkah berat badan kamu saat ini?

Salah satu cara untuk melihat status kesehatan dan status gizi adalah dengan membandingkan antara berat badan dan tinggi badan saat ini, atau yang lebih dikenal dengan nama Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Body Mass Index (BMI)1. Terdapat beberapa kategori yang melambangkan apakah status gizi dan berat badanmu saat ini sudah termasuk sehat atau belum, berikut kategorinya:

Kategori

IMT (kg/m²)

Sangat kurus

< 17,0

Kurus

17,0 – 18,4

Normal

18,5 – 25,0

Gemuk

25,1 – 27,0

Obesitas

> 27,0

Sumber: Pedoman Gizi Seimbang (2014)

Jadi, apakah berat badanmu sekarang sudah termasuk kategori sehat?

Pertanyaan kedua: Apakah masih suka skip makan?

Berdasarkan rekomendasi dari Kementrian Kesehatan RI, dalam sehari disarankan untuk mengonsumsi 5 porsi makanan yang terdiri dari 3 kali makan utama, dan 2 kali makanan selingan atau snacking. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, karena pada beberapa penelitian membuktikan bahwa melewatkan waktu makan utama memiliki dampak negatif untuk tubuh.

Meskipun melewatkan makan dikaitkan dengan penurunan asupan energi, namun ternyata juga terdapat kaitan dengan peningkatan kalori setiap kali makan, peningkatan lemak darah (trigliserida), dan lemak viseral (lemak perut) yang lebih tinggi. Hal ini merupakan indikator kuat dari profil metabolisme yang merusak2. Melewatkan sarapan juga dapat meningkatkan resiko terkena Diabetes Melitus hingga 55%, peningkatan ini diperantarai oleh BMI3. Wah ternyata sepenting itu ya pola makan teratur untuk kesehatan tubuh kita. Sudahkah kamu makan dengan teratur?

Pertanyaan ketiga: Berapa kali kamu berolahraga dalam 1 minggu?

Olahraga teratur tentu memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti mengurangi stress dan kecemasan, meningkatkan kekuatan otot dan tulang, hingga menurunkan resiko penyakit-penyakit tidak menular4. Dalam satu minggu kita direkomendasikan untuk melakukan olahraga sebanyak 3-5 kali dengan durasi setiap latihannya selama 30 hingga 60 menit5. Nah, sudah berapa kali nih kamu rutin melakukan olahraga dalam seminggu?

Apakah ketiga pertanyaan tersebut sudah bisa kamu jawab dengan lebih baik?

Tidak terasa ya, 7 varian SOYJOY saat ini sudah menemani resolusimu hingga hari ini. Mulai dari menjadi pilihan snacking bergizi tinggi protein dan tinggi serat yang bisa bantu jaga berat badanmu, snack bar yang bantu jaga gula darah karena memiliki indeks glikemik yang rendah, hingga menjadi pilihan makanan ringan saat berolahraga biar kamu gak kalap makan sehabis olahraga.

Tapi tenang kalau kamu belum bisa menjawab pertanyaan refleksi tadi dengan baik, MinSOY akan setia menemani kamu kok untuk resolusi yang lebih sehat di tahun 2024. Jadi, udah siap menyusun resolusi tahun depan?

Referensi:

  1. Oniszczenko, W., & Stanisławiak, E. (2019). Association between sex and body mass index as mediated by temperament in a nonclinical adult sample. Eating and Weight Disorders-Studies on Anorexia, Bulimia and Obesity, 24, 291-298.
  2. House, B. T., Cook, L. T., Gyllenhammer, L. E., Schraw, J. M., Goran, M. I., SpruijtMetz, D., … & Davis, J. N. (2014). Meal skipping linked to increased visceral adipose tissue and triglycerides in overweight minority youth. Obesity, 22(5), E77-E84.
  3. Ballon, A., Neuenschwander, M., & Schlesinger, S. (2019). Breakfast skipping is associated with increased risk of type 2 diabetes among adults: a systematic review and meta-analysis of prospective cohort studies. The Journal of nutrition, 149(1), 106-113.
  4. Abou Elmagd, M. (2016). Benefits, need and importance of daily exercise. Int. J. Phys. Educ. Sports Health, 3(5), 22-27.
  5. Kementrian Kesehatan RI. (2017). Buku Saku Ayo Bergerak, Lawan Obesitas!. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
deneme bonusu veren siteler
betticket
betebet
venüsbet
bonus veren siteler
deneme bonusu veren siteler
Deneme bonusu veren siteler Deneme bonusu veren siteler Deneme bonusu veren siteler Deneme bonusu
casino siteleri
vdcasino ilbet giriş ilbet yasal casino siteleri
deneme bonusu veren siteler