by gl75FKPUUayArC | Jun 17, 2013 | Uncategorized
Hidup sehat tentu merupakan salah satu hal utama yang diinginkan setiap individu. Terdapat banyak cara untuk mendapatkannya, dan satu di antaranya ialah hal yang mungkin tak Anda sangka, yaitu tertawa lepas.
Tertawa dapat menghilangkan stres dan bahkan membuat otot-otot yang tegang menjadi rileks hingga 45 menit lamanya. Di samping itu, tubuh Anda akan lebih banyak memproduksi sel-sel imun sehingga mampu melawan segala macam infeksi dan penyakit. Semakin banyak tertawa maka tubuh pun mengeluarkan lebih banyak zat kimia yang bisa membuat Anda merasa bahagia dan mengurangi rasa sakit, yaitu endhorphins.
Bahkan, sebuah studi telah dilakukan pada 19 orang penyandang diabetes untuk mengetahui efek tertawa terhadap gula darah. Hasilnya mengejutkan yaitu kadar gula darah mereka menurun setelah menonton film dengan genre komedi. Maka dari itu, tertawa bisa menjadi ‘obat’ yang menyenangkan sebagai salah satu cara menurunkan kadar gula darah. Tak hanya itu, para peneliti dari University of Maryland membandingkan efek film yang bisa membuat orang tertawa tersebut dengan film drama terhadap peredaran darah. Para peneliti tersebut menemukan bahwa baik komedian maupun penonton dari film atau pertunjukan komedi memiliki aliran darah yang lancar pada pembuluh darahnnya. Sedangkan penonton film drama memiliki pembuluh darah yang tegang sehingga aliran darah pun tidak lancar.
Tahukah Anda? tertawa ternyata mudah sekali menular lebih dari bersin ataupun batuk. Tapi tentunya efek yang didapat adalah kesehatan fisik maupun mental. Selain Anda merasa lebih bahagia serta stres pun hilang, suasana pun akan terasa lebih meriah dan lebih dekat dengan orang-orang yang sedang berkumpul dan tertawa berasama Anda. Maka, tertawa bersama orang lain terutama orang-orang terdekat Anda akan lebih terasa manfaatnya.
Hal ini pun akan mendorong tubuh Anda menghasilkan energi lebih banyak, maka tubuh jauh lebih sehat sekaligus bugar. Selain itu, aktivitas yang menyenangkan ini mampu mencegah penyakit jantung, mengatasi rasa cemas yang berlebihan, dan menghilangkan rasa takut. Anda bisa mengajak orang-orang terdekat untuk menonton film komedi, berbagi cerita lucu, atau sekadar melakukan hal-hal konyol agar bisa tertawa lepas. Nah, apakah Anda sudah tertawa lepas hari ini?
Sumber:
Diabetes di usia muda. holistic health solution. hal 78-80
http://www.helpguide.org/life/humor_laughter_health.htm
http://www.webmd.com/balance/features/give-your-body-boost-with-laughter
by gl75FKPUUayArC | May 23, 2013 | Uncategorized
Dalam keadaan sehat pun Anda disarankan untuk berolahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai jenis penyakit. Tapi, olahraga secara rutin akan semakin disarankan pada Anda yang menyandang diabetes, terutama karena aktivitas ini adalah salah satu cara menurunkan kadar gula darah.
Menurut US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, otot pada tubuh menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Itu sebabnya, aktivitas apapun akan membakar glukosa dan menurunkan kadar gula darah. Selain itu, olahraga dapat membantu mengurangi jumlah lemak dalam tubuh, sehingga tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif. Akibatnya adalah tubuh akan menggunakan lebih banyak glukosa. Secara umum, kadar gula darah akan turun selama 24-48 jam setelah Anda berolahraga.
American Diabetes Association menyarankan penyandang diabetes untuk berolahraga dengan intensitas menengah sampai tinggi selama setidaknya 150 menit per minggu. Awalnya mungkin Anda akan kesulitan untuk beradaptasi dengan kebiasaan olahraga ini, terutama bila sebelumnya Anda jarang berolahraga atau mengalami obesitas. Itu sebabnya, intensitas dan durasi olahraga yang Anda lakukan sebaiknya ditingkatkan secara bertahap. Misalnya, Anda berolahraga selama 15 menit setiap 2 hari sekali, lalu durasi ditingkatkan perlahan-lahan sampai Anda mencapai durasi olahraga rutin sebanyak minimal 150 menit per minggu, sesuai jumlah yang disarankan.
Selain menurunkan kadar gula dalam darah, manfaat lain olahraga pada penyakit diabetes tipe 2 adalah:
- Menurunkan tekanan darah
- Membantu melindungi jantung dan pembuluh darah dengan cara menurunkan kadar kolesterol jahat alias LDL
- Meningkatkan energi
- Mengurangi stres, membantu relaksasi, serta melepaskan ketegangan
Bagi kebanyakan penyandang diabetes, olahraga adalah cara menurunkan kadar gula darah yang aman dan sangat disarankan untuk menurunkan risiko komplikasi. Tapi sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki masalah jantung atau hal lain yang perlu dipertimbangkan saat Anda berolahraga. Apalagi efek olahraga kadang bersifat personal, karena efek yang muncul tidak selalu sama pada setiap orang.
Konon, olahraga juga bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Karena itu, sebaiknya Anda mengetes kadar gula darah Anda sebelum, saat, dan sesudah berolahraga untuk melihat respon tubuh Anda terhadap olahraga. Jika kadar gula darah Anda kurang dari 250 mg/dL, maka disarankan agar Anda tidak melakukan olah raga karena dapat berisiko kehilangan kesadaran.
Akitvitas sederhana seperti berolahraga pun bisa jadi alternatif pilihan sehat untuk menurunkan kadar gula darah. Jadi, ayo luangkan waktu Anda setiap hari untuk berolahraga.
Sumber:
Hidup Secara Mandiri Dengan Diabetes Melitus, Kencing Manis, Sakit Gula (halaman 84) – Prof. DR. Sidartawan Soegondo
http://yourlife.usatoday.com/fitness-food/exercise/story/2011-12-17/Brief-intense-exercise-lowers-blood-sugar-study-finds/52012690/1
http://diabetes.webmd.com/guide/exercise-guidelines
http://www.health.com/health/condition-article/0,,20188779_2,00.html
by gl75FKPUUayArC | May 3, 2013 | Uncategorized
Pada dasarnya ada berbagai cara menurunkan kadar gula darah yang bisa Anda coba. Pola makan sehat dengan bahan makanan tepat adalah salah satunya. Akan tetapi, siapa sangka jika bumbu masak pun bisa membantu Anda untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah Anda?
Beberapa bahan tradisional seperti bumbu masak dan rempah memang memiliki manfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil. Kelebihan dari bahan tradisional adalah lebih aman karena tidak memiliki efek samping yang tidak diinginkan.
Berikut ini adalah beberapa bumbu masak dan rempah yang bisa membantu Anda menormalkan kadar gula dalam darah:
1. Daun Salam
Daun ini biasa digunakan sebagai penambah aroma masakan. Padahal sebenarnya daun salam dikenal bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti diare, maag, serta menormalkan kadar gula dalam darah. Kandungan yang terdapat pada daun salam di antaranya adalah minyak atsiri, tanin dan flavonoid. Kandungan-kandungan tersebut dipercaya mampu menjaga kadar gula dalam darah tetap normal. Kandungan minyak atsiri dalam daun salam juga bersifat anti bakteri. Dalam pengobatan tradisional Cina, bahkan daun salam juga bisa memperbaiki sirkulasi darah.
Menurut R. Broto Sudibyo dari Pengembang Kesehatan Masyarakat RS Bethesda Yogyakarta dan Kabid Sendtra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional Yogyakarta, daun salam dapat digunakan oleh penyandang diabetes dengan cara merebus 7 lembar daun salam yang telah dicuci bersih dengan 3 gelas air. Rebus air sampai tersisa hanya 1 gelas saja. Tunggu sampai dingin, lalu saring airnya. Air rebusan daun salam yang tersisa 1 gelas itu dapat dibagi untuk 2 kali minum.
2. Daun Kemangi
Daun kemangi bisa ditambahkan dalam jamu untuk menurunkan kadar gula dalam darah hingga 26% dalam satu bulan. Kemangi juga dapat menurunkan produksi hormon cortisol, yakni hormon yang diproduksi saat Anda merasa stres dan bisa merusak pankreas. Pankreas yang sehat akan bekerja lebih efektif dalam mengendalikan kadar gula dalam darah. Untuk mendapatkan manfaat kemangi pada kadar gula dalam darah, konsumsilah kemangi sebanyak 400-900 mg per hari.
Bumbu masak dan rempah lain yang juga dikenal dapat menstabilkan kadar gula dalam darah adalah kayu manis, jahe, cabai, kunyit, dan daun ketumbar. Menurut University Medical School, bumbu masak tersebut membantu meningkatkan kemampuan hati hingga 3 kali lipat untuk mengubah gula darah dan lemak menjadi bahan bakar, sehingga tubuh membakar kalori dengan lebih efektif. Akibatnya, kadar gula darah menjadi lebih stabil dan risiko terkena diabetes pun menurun. Untuk mendapatkan manfaat dari bumbu masak tersebut, tambahkan 1 sendok teh bumbu kesukaan Anda dan keluarga ke dalam makanan, setidaknya 1 kali makan per hari.
Cara menurunkan kadar gula darah memang tidak perlu rumit. Yang penting adalah menjadikannya sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari Anda, sehingga kadar gula dalam darah tetap stabil tanpa menjadi beban Anda.
Sumber:
Diabetes di Usia Muda – Holistic Health Solution (halaman 118, 126, 127)