by gl75FKPUUayArC | Dec 3, 2013 | Uncategorized
Bukan hanya meningkatkan risiko penyakit diabetes, nilai kadar gula darah yang tinggi juga bisa menimbulkan gangguan pada daya ingat seseorang.
Sebuah penelitian dari Jerman yang diterbitkan dalam jurnal Neurology baru-baru ini mengungkap fakta bahwa nilai kadar gula darah bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam mengingat informasi. Berdasarkan penelitian tersebut, daya ingat otak yang melemah bukan hanya bisa dialami oleh para penyandang diabetes, melainkan juga mereka yang tidak berstatus penderita diabetes namun memiliki kadar gula darah di atas rata-rata.
Selain melakukan tes daya ingat dengan cara memberikan kata-kata yang harus dihapal luar kepala, peneliti juga melakukan scan terhadap kondisi fisik otak para responden. Hasilnya, responden yang memiliki kadar gula darah tinggi memiliki kemampuan mengingat lebih lemah dibandingkan para responden dengan kadar gula darah lebih rendah. Bukan hanya itu, volume hipokampus (area otak yang berhubungan dengan daya ingat) para responden yang memiliki kadar gula darah tinggi juga lebih kecil dibandingkan responden dengan kadar gula darah lebih rendah.
Menurut Dr. Agnes Floel, peneliti dari Charite University Medicine di Berlin, Jerman, penelitian yang yang dilakukannya tersebut membuktikan bahwa menurunkan kadar gula darah merupakan cara yang ampuh untuk memperbaiki daya ingat. “Hasil penelitian ini bisa terapkan sebagai alternatif pengobatan bagi mereka yang mengalami gangguan pada memori serta kemampuan berpikir akibat pertambahan usia maupun penyakit tertentu,” ujar Dr. Floel.
Lebih lanjut, Dr. Floel juga merekomendasikan hasil penelitiannya dijadikan acuan bagi semua orang baik tua maupun muda, yang ingin menjalani kehidupannya secara optimal. “Kemampuan memori yang baik adalah satu lagi keuntungan ekstra dari menjalani gaya hidup sehat dan memelihara keseimbangan kadar gula darah. Untuk menekan peningkatan kadar gula darah, setiap orang hendaknya rajin mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan menjalani gaya hidup yang aktif secara fisik,” jelasnya.
Melemahnya daya ingat tentu akan mengakibatkan kerugian luar biasa pada keseharian Anda. Agar hal itu tidak sampai terjadi, tak perlu menunggu lama untuk melakukan sesuatu guna mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh. Mulailah menerapkan pola makan seimbang serta menjalani gaya hidup sehat sejak hari ini. Salam sehat!
Sumber:
http://www.prevention.com/health/health-concerns/low-blood-sugar-and-memory
http://www.medicalnewstoday.com/articles/267727.php
by gl75FKPUUayArC | Nov 18, 2013 | Uncategorized
Pesatnya perkembangan industri makanan cepat saji saat ini serta minimnya pengetahuan mengenai nutrisi yang terkandung dalam makanan, menjadikan perkara mengonsumsi makanan yang sehat menjadi sangat sulit dilakukan.
Padahal, mengonsumsi makanan sehat adalah salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi para penyandang penyakit yang berkaitan dengan metabolisme tubuh seperti diabetes. Banyak yang mengira menu makanan sehat untuk diabetesi memerlukan bahan dan cara menyiapkan yang khusus. Namun anggapan itu tidak sepenuhnya benar.
Simak beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan dalam menyiapkan menu makanan sehat bagi diabetes berikut ini;
Pilih Karbohidrat Kompleks
Walau merupakan sumber gula, karbohidrat merupakan komponen gizi yang sebaiknya tetap ada pada menu Diabetesi. Makanan seperti kedelai, ubi atau singkong bisa menjadi pilihan tepat dalam memenuhi kebutuhan karbohidrat dalam tubuh. Karbohidrat yang terkandung dalam makanan tersebut merupakan karbohidrat kompleks yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna serta memiliki kadar serat yang tinggi sehingga bisa menahan timbulnya rasa lapar lebih lama.
Konsumsi Protein Berkualitas Tinggi
Ikan dan kedelai dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Hal ini karena kedua bahan makanan tersebut memiliki kadar lemak jenuh yang sangat rendah, tidak seperti daging merah yang sebaiknya dihindari karena memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi.
Selektif Memilih Minyak
Walau sedikit mempengaruhi rasa makanan, minyak zaitun dan minyak canola menjadi pilihan yang lebih baik daripada minyak goreng lainnya karena memiliki kandungan lemak tak jenuh yang tinggi.
Selalu Sertakan Sayuran dalam Menu
Sangat banyak gizi terkandung dalam sayuran yang bermanfaat bagi diabetesi seperti vitamin, mineral dan serat. Sebisa mungkin, sertakan bahan makanan ini dalam menu setiap harinya.
Sempurnakan Dengan Buah
Selain juga memiliki nilai gizi yang tinggi, buah dapat memberikan rasa manis alami bagi diabetesi. Pilihlah buah-buahan seperti apel, ceri, pir stroberi atau pisang yang memiliki kandungan Glikemik Indeks [GI] yang rendah.
Lihat Kemasan
Jangan lupa untuk melihat nutrition fact yang tertera pada kemasan setiap kali mengonsumsi makanan atau snack dalam kemasan. Pastikan bahan yang disajikan tidak megandung pengawet serta mengandung bahan alami, tinggi serat, Low GI, kaya protein, mineral, serta nutrisi lain yang baik bagi tubuh. Selain itu, pastikan cara pengolahannya tidak merusak bahan-bahan utamanya.
Bagaimana, cukup mudah bukan untuk menyiapkan menu sehat bagi diabetesi? Cukup dengan lebih selektif dalam memilih makanan, kualitas hidup diabetesi dapat ditingkatkan. Selain menerapkan pola makan yang sehat, diabetesi juga disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat yang salah satunya adalah dengan berolah raga. Lalu, olahraga apa saja yang cocok untuk diabetesi?
by gl75FKPUUayArC | Nov 13, 2013 | Uncategorized
Siapa yang tidak butuh karbohidrat? Pastinya kita semua membutuhkannya. Tubuh kita memerlukan karbohidrat untuk diubah menjadi kalori, yang berarti juga energi untuk beraktivitas sehari-hari. Untungnya, sebagai orang Timur, kita sudah terbiasa makan nasi sejak kecil. Nasi mengandung karbohidrat yang cukup tinggi.
Tapi sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi itu selamanya baik untuk tubuh kita?
Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang harus ada dalam setiap asupan makanan sehari-hari agar tubuh bisa menjalankan fungsinya secara normal. Tapi yang perlu kita ingat adalah, sebelum menjadikan asupan wajib setiap hari, Anda juga harus tahu tipe dan sifat karbohidrat sehingga bermanfaat optimal bagi tubuh. Apalagi mengingat kebiasaan kita sebagai orang Indonesia yang menyantap makanan tinggi karbohidrat seperti nasi dan mie tanpa tahu jenisnya.
Jenis karbohidrat itu sendiri ada dua yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Nah, kalau kamu terbiasa mengonsumsi makanan seperti nasi putih, pasta, mi, minuman bersoda, selai, permen, sirup, biskuit ataupun gula, kesemuanya itu adalah kelompok makanan tinggi karbohidrat sederhana atau sering disebut monosakarida.
Apa saja efeknya? Tidak hanya menjadikan badan kamu semakin melar, makanan ini juga penting untuk diwaspadai oleh para penyandang diabetes. Hal ini dikarenakan makanan dengan ini akan lebih cepat diurai oleh tubuh menjadi gula dan bisa membuat kadar gula darah dalam tubuh melonjak dengan cepat.
Wajib diketahui bahwa semakin sederhana suatu jenis karbohidrat, maka semakin cepat pula glukosa akan dilepaskan ke dalam darah. Ini menyebabkan kamu akan lebih merasa cepat lapar. Nah, untuk mengimbangi, konsumsilah makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks atau biasa disebut polisakarida yang bisa lebih lama diuraikan oleh tubuh dan membuat kadar gula darah tetap stabil.
Kalau kamu ingin mengukur tingkat kecepatan karbohidrat diubah dalam bentuk menjadi glukosa, bisa dilihat lewat kadar Glikemik Indeks (GI) suatu bahan pangan. Semakin sederhana jenis karbohidrat suatu makanan, maka akan semakin tinggi nilai GI, dan begitu pula sebaliknya.
Pengenalan karbohidrat berdasarkan nilai GI ini penting bagi Anda sebagai acuan dalam menentukan jumlah dan jenis makanan sumber karbohidrat tepat untuk menjaga kesehatan serta berat badan. Jika kamu sering mengonsumsi karbohidrat sederhana, mulai sekarang ganti dengan makanan tinggi karbohidrat kompleks seperti ubi, kacang, pisang dan juga snack bar SOYJOY.
by gl75FKPUUayArC | Nov 13, 2013 | Uncategorized
Di Indonesia, jagung memang sudah begitu mendunia. Untuk beberapa daerah di Indonesia, jagung adalah makanan pokok pengganti beras atau nasi. Tapi buat sebagian besar dari orang Indonesia, jagung adalah bagian dari sayuran.
Sudah banyak diketahui juga bahwa jagung bisa menjadi makanan pokok pengganti nasi yang lebih sehat. Umumnya jagung yang kita kenal ada dua macam, yaitu jagung biasa dan jagung manis. Tapi, kini ada jenis baru, yaitu? jagung ungu. Yup, warnanya benar-benar ungu seperti anggur.
Jagung ungu merupakan produk pengembangan makanan masa depan, yang diyakini memiliki manfaat besar bagi kesehatan, salah satunya jika dikonsumsi biasa digunakan sebagai cara mengatasi diabetes dan penyakit ginjal.
Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang di luar sana, diabetes bisa mengarah pada penyakit komplikasi serius seperti ginjal. Penyakit ginjal diabetes yang juga dikenal sebagai glomerulosclerosis diabetes dan nefropati diabetes akan terjadi ketika nefron menjadi tebal dan luka yang pada akhirnya ginjal pun “bocor” serta menyebabkan masuknya protein ke dalam urin.
Menurut National Kidney Foundation, sekitar 30% orang dengan diabetes tipe 1 dan 10-40% orang dengan diabetes tipe 2 pada akhirnya akan menderita gagal ginjal. Namun, diabetesi tidak perlu khawatir. Senyawa yang terdapat pada jagung ungu diketahui bisa digunakan sebagai cara mengatasi diabetes serta komplikasinya terhadap gagal ginjal.
Jagung ungu ini merupakan varietas jagung yang mengandung fitonutrien lebih tinggi dari varietas lainnya, terutama kandungan anthocyanin dan fenolat. Nah, anthocyanin inilah yang memiliki fungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi yang diyakini memiliki efek sebagai “zat anti diabetes”.
Penelitian seputar jangung ungu ini juga dilakukan oleh para ilmuwan di Department of Food and Nutrition serta Department of Biochemistry di Hallym University, Korea, yang menyimpulkan bahwa jagung ungu dapat menjadi agen terapi ampuh untuk pengobatan diabetes karena kandungan athocyanin-nya bisa menahan perkembangan diabetes nefropati.
Sayangnya, jagung ungu baru dikembangkan di daerah Peru, Chili dan Amerika lainnya, tapi ini bukan berarti tidak mungkin bahwa jagung anti diabetes ini juga akan dibudidayakan di Indonesia. Tetap jalani hidup sehatmu ya.
by gl75FKPUUayArC | Sep 17, 2013 | Uncategorized
Beberapa jenis makanan di bawah ini wajib selalu ada di dalam menu sehari-hari para penyandang diabetes.
Mengatur keseimbangan pola makan meerupakan suatu hal yang mutlak perlu dilakukan oleh setiap penyandang diabetes. Tetapi, yang namanya mengatur keseimbangan pola makan bukan hanya berarti menghindari jenis makanan yang manis-manis dan bisa meningkatkan kadar gula darah, lho. Tak kalah penting, Anda juga perlu tahu jenis makanan apa yang aman dikonsumsi dan berkhasiat membantu menurunkan level gula darah. Misalnya seperti yang disebutkan di bawah ini:
1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan merupakan pilihan aman bagi para penyandang diabetes. Mengapa? Karena kacang-kacangan kaya akan protein dan serat sehingga mampu mencukupi kebutuhan tubuh akan nutrisi tanpa efek samping meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, kacang-kacangan terutama kedelai, memiliki nilai indeks glikemik rendah yang artinya tidak akan mengakibatkan peningkatan level gula darah secara drastis setelah dikonsumsi.
2. Apel
Apel mengandung zat aktif kuersetin yang bisa membantu menyeimbangkan kadar gula darah. Menurut sebuah penelitian di Finlandia, orang yang mengonsumsi lebih banyak apel serta jenis makanan lain yang kaya akan kuersetin seperti tomat, sayuran hijau, dan buah beri, memiliki risiko 20% lebih rendah terkena penyakit diabetes dan serangan jantung.
3. Paria
Buah paria atau biasa disebut juga pare ini memiliki cita rasa pahit namun bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Paria mengandung senyawa steroid saponin yang sifatnya mirip insulin. Bukan hanya itu, paria juga mengandung kalsium dalam jumlah cukup tinggi. Kandungan kalsium ini dipercaya mampu merangsang pankreas untuk memproduksi insulin dalam jumlah lebih banyak sehingga keseimbangan level gula darah dapat lebih terpelihara.
4. Ikan
Ikan laut yang kaya lemak seperti salmon dan tuna banyak mengandung asam lemak omega-3. Konsumsi asam lemak omega-3 terkenal ampuh menurunkan level trigliserida di dalam darah serta meredakan inflamasi. Karenanya, asam lemak omega-3 mampu membantu melancarkan peredaran darah yang secara tidak langsung ikut pula membantu menyeimbangkan kadar gula di dalam darah.
5. Teh Hijau
Teh hijau mengandung senyawa polifenol yang bersifat antioksidan. Sifat antioksidan tersebut membuat polifenol berkhasiat melancarkan aliran darah sehingga distribusi gula di dalam tubuh menjadi lebih merata. Penelitian juga menyebutkan bahwa teh hijau mengandung jenis polifenol dalam bentuk lain yang dikenal dengan nama EGCG yang telah terbukti ampuh menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh.
6. Kayu Manis
Sebuah penelitian yang dilakukan di Human Nutrition Research Center di Maryland, Amerika, menyebutkan bahwa konsumsi ½ sendok teh kayu manis dalam sehari mampu membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Dengan demikian, proses pengubahan gula darah menjadi energi di dalam tubuh akan bertambah efektif.
Setelah membaca informasi di atas, kini Anda tentu tahu jenis makanan apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam daftar belanja hari ini, bukan?
Sumber:
http://www.menshealth.com/spotlight/diabetes/12-powerfoods.php
http://www.livestrong.com/article/105216-foods-lower-blood-sugar-readings/
http://www.diabeticcareservices.com/diabetes-education/lower-your-blood-sugar